Wamenag Zainut: Kita Semua Harus Tolak Paham Radikalisme!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid yakin bahwa semua masyarakat sebenarnya sepakat menolak radikalisme, apapun bentuknya. Meskipun, ia tak menampik adanya kritik dan argumentasi dari beberapa pihak, karena itu lumrah dalam demokrasi.

“Apakah dia berselimut agama, apakah dalam bentuk-bentuk yang lain, kita semua harus bersama-sama untuk menolak paham radikal,” kata Zainut di Jakarta, Minggu 3 November 2019.

Zainut juga mengaku tak ada masalah, bahkan mendukung perubahan diksi radikalisme disebut dengan istilah baru, yakni manipulator agama yang dilontarkan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu.

Ia percaya, apapun sebutan yang dipakai oleh Jokowi untuk menggambarkan radikalisme, itu sudah merupakan semangat baru menolak gerakan yang dapat merongrong bangsa Indonesia dan merusak persatuan.

“Semangat bapak presiden memahami agama itu dalam konteks yang benar, karena benar agama itu hadir untuk memberikan kedamaian,” ujar Zainut.

“Agama hadir untuk memberikan kasih sayang, agama hadir untuk mempersatukan kita, bukan memecah belah kita,” kata dia menambahkan.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih Tumbuh dari Kebutuhan Warga

Oleh: Yusuf Rinaldi*Pembangunan ekonomi desa terus menjadi prioritas pemerintah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintahmemastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu, ibu rumah tangga menikmatiharga sembako yang terjangkau, pelaku usaha mikro memiliki akses pasar yang lebih luas, serta masyarakat desa semakin mudah menjangkau layanan keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkankesejahteraan, memperkuat kemandirian desa, dan mendorong pemerataanpembangunan sesuai potensi masing-masing wilayah.Keseriusan itu tampak jelas sejak awal. Dalam rapat terbatas bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini