Walikota Lakukan Tes Fungsi SPAM Kali Dendeng untuk Aliri Seluruh Kota Kupang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT melakukan commisioning test atau tes fungsi atas proyek air bersih di Kalidendeng, Kota Kupang.

Menurut Walikota, proyek air bersih senilai Rp 168 miliar ini sudah mulai beroperasi di sebagian wilayah Kota Kupang dengan kapasitas 50 liter/detik atau tahap I. Air yang ditampung untuk sehari bisa digunakan untuk sebulan.

“Sementara untuk kapasitas 100 liter/detik belum dipakai karena masih ada sedikit hambatan terkait pendanaan pipa sekundernya. Kalau pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang menyediakan dana tersebut maka seluruh masyarakat Kota Kupang akan sangat mudah mendapatkan air 1×24 jam,” ujarnya di lokasi SPAM Manutapen, Jumat 1 Juli 2022.

Untuk proyek tahap II masih dalam perencanaan. Sebab untuk tahap I saja diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Kupang.

“Jadi untuk pembangunan tahap II ditahan dulu. Nanti terlihat sudah sangat dibutuhkan lagi baru bangun yang kedua. Jadi pemerintah Kota Kupang harus menyiapkan dana yang cukup untuk perpipaan. Anggaran Rp 30-40 miliar rencananya sekitar 2023,” katanya.

Sementara untuk peresmian Kalidendeng yang kabarnya akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo masih belum pasti.

“Belum tahu, masih tergantung (keputusan) dari yang di atas. Yang penting masyarakat Kota Kupang dapat suplai air bersih,” ujarnya.

Sementara Projects Manajer Nindya Karya Seno Susanto mengatakan bahwa suplai air bersih ini diambil dari Kalidendeng.

“Ada intake kita di situ. Air kemudian ditampung di plaset untuk diendapkan lumpurnya. Setelah itu, baru airnya dipompa ke SPAM Manutapen untuk diberikan campuran kimia, baru dipompa ke raiser 1.000 di Alak. Kapasitas penampungan air di SPAM Manutapen sebesar 3.000 m3 atau 300.000 liter,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk SPAM Manutapen ini sudah rampung dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Kupang pada hari ini.

“Dari Pemkot baru nanti diserahkan ke PDAM Kota Kupang,” katanya.

Sebagai informasi, proyek air bersih di Kalidendeng, Kelurahan Oleta Penkase, Kecamatan Alak ini dibangun oleh Kementerian PUPR dengan kapasitas 150 liter/detik. Rencananya bakal diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Juli 2022 nanti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini