Wajib Tahu! Ternyata Ini Bahayanya Habis Makan Langsung Olahraga

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa berolahraga setelah makan bisa langsung membakar kalori dan lemak. Namun faktanya olahraga dalam keadaan kenyang ada efek sampingnya, lho!

Faktanya, olahraga akan berbahaya jika dilakukan setelah makan. Dokter spesialis olahraga, dr Sophia Hage, SpKO mengatakan bahwa berolahraga ketika perut kenyang akan membuat kram dan pusing.

Karena kata dia, setelah selesai makan aliran darah itu perginya ke saluran pencernaan. Namun, jika tetap ingin olahraga setelah makan maka lakukanlah minimal satu hingga dua jam kemudian. Karena tubuh perlu waktu untuk mencerna makanan.

Selain itu, penelitian menunjukan bahwa makan sebelum berolahraga memang tidak tepat. Dr Daniel Vigil, profesor klinik ilmu kesehatan di University of California, Los Angeles, menganjurkan untuk melakukan olahraga sebelum makan.

Hal itu dikarenakan, asupan nutrisi setelah berolahraga membantu pemulihan dan meminimalkan kerusakan otot.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini