Wah Keren! Madame Tussauds Buatkan Replika Lilin untuk Mo Salah

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Bintang Liverpool asal Mesir, Mo Salah benar-benar menjadi membuat kagum publik Inggris. Sampai-sampai, kabar terbaru menyebut sejumlah seniman di Madame Tussauds, London, tengah mengerjakan replika lilin Salah.

Untuk proses pengerjaan awal, Mo Salah sudah memenuhi panggilan para seniman di Madame Tussauds. Nantinya, replika lilin itu diperkirakan akan selesai akhir 2020 ini.

“Saya senang, akan ada sosok saya yang dikerjakan seniman Madame Tussauds,” ujar Salah, seperti dikutip dari Arab News, Minggu 25 Januari 2020.

Selain patung lilin, Madame Tussauds juga memberi penghargaan lain, seperti memajang foto-foto di balik pengukuran dan pengerjaan replika Salah.

Namun, Tussauds menolak mengungkapkan informasi lebih lanjut terkait hal itu. Merujuk pernyataan GM Steve Davies, replika Mo Salah akan menjadi magnet bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Davies mengatakan, Mo Salah adalah bintang global di puncak kesuksesannya. Ia meminta sang bintang untuk terus bekerja sama dengan Madame Tussauds selama proses pembuatan replika lilin.

“Kami tahu bahwa penggemar akan senang melihatnya di rumah selebritis, tempat ia seharusnya berada,” kata Davies.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perpres Ojol Jadi Terobosan Perlindungan Pekerja Gig Economy

Oleh: Alexandro Dimitri*)Transformasi digital telah melahirkan wajah baru dunia kerja di Indonesia. Jutaanmasyarakat kini menggantungkan penghasilan dari sektor ekonomi berbasis platform atau gig economy, mulai dari pengemudi ojek online, kurir, hingga pekerja lepasberbasis aplikasi. Namun di balik fleksibilitas yang ditawarkan, selama bertahun-tahunmuncul perdebatan mengenai perlindungan sosial, kepastian pendapatan, sertapembagian keuntungan yang lebih adil bagi para pekerja digital tersebut.Dalam konteks itulah, lahirnya Peraturan Presiden tentang perlindungan pekerjatransportasi online dan penetapan batas komisi aplikator maksimal 8 persen menjadisalah satu terobosan kebijakan paling penting dalam sejarah perkembangan ekonomidigital Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya menyentuh aspek kesejahteraan pengemudiojek online, tetapi juga menunjukkan keberpihakan negara terhadap pekerja di sektorinformal modern yang selama ini berada di wilayah abu-abu regulasi. Langkah pemerintah ini sekaligus menandai perubahan paradigma bahwaperkembangan teknologi dan inovasi digital tidak boleh mengorbankan aspek keadilanekonomi. Pertumbuhan industri digital harus berjalan beriringan dengan perlindunganterhadap pihak yang menjadi tulang punggung operasional ekosistem tersebut.Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menilai penyesuaian komisi aplikatormerupakan aspirasi yang telah lama disuarakan para pengemudi dan membutuhkankeberanian politik untuk diwujudkan. Menurutnya, DPR bersama pemerintah telahmelakukan serangkaian pembicaraan dengan perusahaan aplikator agar terciptaformula yang lebih seimbang antara keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan mitrapengemudi.Dasco juga menegaskan bahwa kesepakatan penurunan komisi menjadi 8 persenbukan sekadar janji politik, melainkan langkah konkret yang akan mulaidiimplementasikan pada 1 Juli 2026. Ia melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dariupaya membangun ekosistem transportasi digital yang lebih sehat dan berkeadilan. Dalam berbagai kesempatan, Dasco turut menekankan pentingnya melibatkanorganisasi pengemudi dalam setiap proses perumusan kebijakan agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan di lapangan. Keberhasilan mempertemukan kepentingan negara, pekerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini