Wagub Jawa Barat Malu Persib Terpuruk di Papan Bawah

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengaku malu dan sedih melihat penampilan Persib di Liga 1 musim ini. Klub berjuluk Maung Bandung saat ini terdampar di papan bawah.

Dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni, Persib mencatatkan satu imbang dan dua kalah. Hasil imbang diraih melawan Bhayangkara FC (1-1). Sementara dua kekalahan dialami saat menghadapi Madura United (1-3) dan Borneo FC (1-4).

Hasil ini membuat Persib terpuruk di papan bawah klasemen sementara Liga 1 dengan poin satu. Uu malu melihat tim kesayangannya berada di dasar klasemen.

“Saya malu Persib kalah. Tapi, sebagai seorang yang beriman tetap menerima. Saya tidak marah kepada Persib, saya tidak marah kepada para pelatih, cuma saya sebagai pencinta ingin ada peningkatan dari hari ini, sehingga tidak eleh wae (kalah terus),” katanya.

“Tapi tetap sekalipun eleh (kalah), saya cinta Persib. Saya juga sebagai wagub banyak harus begitu-begitu (evaluasi) tetapi kan susah. Yang penting ada progres lah dari kegiatan kemaren untuk yang akan datang,” ujarnya.

Uu meminta Bobotoh tak bereaksi berlebihan. Dia yakin tim manajemen sedang berusaha keras memperbaiki penampilan tim.

“Saya harap jangan lah ada demo-demo. Toh mereka juga sudah berusaha untuk memperjuangkan Persib juara dengan pelatihan, anggaran, dan lainnya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini