Wagub DKI Ahmad Riza Patria Pamit dan Mohon Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski tinggal satu bulan lagi menjabat sebagai wakil gubernur DKI, Ahmad Riza Patria sudah pamitan ke warga sekaligus meminta maaf. Terhitung 16 Oktober 2022, Riza Patria sudah lengser sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Riza menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama menjadi wagub Jakarta. ”Saya sekalian pamit tanggal 16 Oktober, Pak Gubernur Anies dengan saya selesai melaksanakan tugas,” kata Riza saat memberikan sambutan pada Cash Free Day Bank DKI di Thamrin 10, Jakarta, Minggu 11 September 2022.

Pada kesempatan itu Ahmad Riza mengajak masyarakat untuk mendukung sosok Penjabat (Pj) Gubernur DKI yang akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo. ”Mohon maaf atas kekurangan selama ini. Mari kita dukung siapapun nanti yang akan menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta,” katanya.

“Insya Allah siapapun nanti yang ditunjuk oleh Pak Jokowi pasti orang yang terbaik,” katanya.

Riza menggantikan posisi Sandiaga Uno untuk mendampingi Anies sebagai wakil gubernur DKI selama hampir 2,5 tahun.

DPRD DKI saat ini sedang menggodok tiga usulan nama calon Penjabat Gubernur DKI Jakarta untuk nantinya diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Nantinya, tiga nama itu akan digabungkan dengan tiga usulan nama yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri sehingga total ada enam nama kandidat.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini