Waduh, Puluhan Patok Batas Negara RI-Timor Leste Hilang

Baca Juga

MATA INDONESIA, ATAMBUA – Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro mengungkapkan bahwa puluhan patok batas negara antara RI-Timor Leste yang berada di sepanjang wilayah perbatasan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang karena tergerus banjir saat musim hujan.

“Patok–patok kita ada sebanyak 554 patok, dengan kategori 68 patok hilang, kemudian 36 patok yang nyaris akan hilang karena saat ini musim kemarau dan nanti bulan Desember 2021 itu sudah masuk mulai hujan,” katanya, Senin 4 Oktober 2021.

Menurut dia, pada saat musim hujan, kondisi patok-patok batas negara ini rawan terbawa banjir karena posisi tanah sudah tergerus yang sedikit lagi mungkin terkena banjir dan sebagian akan hilang.

“Permasalahan yang mungkin kami hadapi di sini adalah kami tidak ada kewenangan untuk memperbaiki patok. Kemudian juga mungkin selama ini belum ada perbaikan patokan–patokan perbatasan kita. Yang kita khawatirkan akan semakin hilang,” ujarnya.

“Jadi ini memang karena faktor alam. Selama ini tidak ada, baik dari Indonesia ataupun Timor Leste yang mengubah posisi patok. Tidak ada,” lanjutnya.

Di sepanjang wilayah perbatasan terdapat tiga jenis patok, yakni jenis patok Karakteristik PBN Darat. Jenis patok ini bergambar bendera Indonesia dan Timor Leste. Bendera ini menunjukkan bahwa akan masuk wilayah negara tetangga.

Patok batas negara ini berfungsi sebagai tanda batas kedua negara antara RI dengan Timor Leste. Dua jenis patok lain, yakni “Common Border Datum Reference Frame” (CBDRF) dan “Border Sign Post” (BSP), katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kontribusi Ekonomi Kreatif Tangsel Capai 20 Persen PAD, Pemkot Optimalkan Creative Hub

TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini