Waduh, Penulis Buku Anak Asal Israel Dituduh Pedofil

Baca Juga

MATA INDONESIA, YERUSALEM – Seorang penulis buku anak-anak ultra-Ortodoks Israel dituduh melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap beberapa perempuan. Sejumlah korban mengatakan bahwa mereka masih di bawah umur saat melakukan hubungan seksual.

Chaim Walder – penulis terkenal buku anak-anak populer berjudul ‘Kids Speak: Children Talk About Themselves’ – diduga terlibat dalam hubungan seks dengan dua gadis berusia 12 dan 15 pada saat itu, menurut penyelidikan oleh Haaretz.

Walder, pria Yahudi yang merupakan terapis terkenal dan advokat anak-anak di komunitas ultra-Ortodoks di Israel, juga merupakan penerima penghargaan “pelindung anak” Perdana Menteri.

Kesaksian ketiga juga menuduh pembawa acara talk show terkemuka itu secara teratur memperkosa seorang perempuan berusia 20 tahun, yang merupakan pasiennya saat itu, melansir i24News.

Pihak penyelidik melaporkan bahwa salah satu korban mengklaim Walder memulai hubungan dengannya saat ia berusia 13 tahun, sebelum mengeksploitasinya dalam serangkaian hubungan seksual.

“Dia sangat cerdas dan manipulatif,” kata salah satu korban kepada Haaretz.

“Dia bilang dia adalah Tuhan… dan dia akan membantu saya dengan apa yang saya butuhkan. Itu dimulai dengan kalimat seperti ‘Kamu sangat dewasa’ dan ‘Aku suka penampilanmu’,” sambungnya.

Sementara perempuan lain mengklaim bahwa ketika dia pergi ke Walder untuk terapi, dia membenarkan tindakannya dengan mengatakan kepadanya hubungan seksual memberi Walder kekuatan untuk menulis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini