Vladimir Putin Tuding Sanksi Terhadap Rusia Sebabkan Pasokan Pangan Dunia Terganggu

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi, Vladimir Putin melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi soal terganggunya pasokan pangan dunia.

Dalam percakapan mereka Jumat 1 Juli 2022, Putin menuding penerapan sanksi terhadap Rusia adalah penyebab masalah tersebut.

“Putin memperhatikan kesalahan sistemik yang dibuat sejumlah negara, yang menyebabkan terganggunya perdagangan bebas produk makanan dan memicu kenaikan harga yang signifikan. Sanksi yang melanggar hukum terhadap Rusia telah memperburuk situasi yang sudah sulit,” demikian pernyataan pers Kremlin yang dikutip, Sabtu 2 Juli 2022.

Putin, seperti dilansir Tass menegaskan, Rusia telah dan tetap menjadi produsen serta pemasok biji-bijian, pupuk dan energi yang andal bagi India.

Kedua pemimpin tersebut sepakat melanjutkan kontak pribadi serta interaksi di tingkat lain.

Saat bertemu Jokowi, Putin menjamin keamanan pasokan pangan, pupuk dan jalur laut Ukraina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih Tumbuh dari Kebutuhan Warga

Oleh: Yusuf Rinaldi*Pembangunan ekonomi desa terus menjadi prioritas pemerintah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintahmemastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu, ibu rumah tangga menikmatiharga sembako yang terjangkau, pelaku usaha mikro memiliki akses pasar yang lebih luas, serta masyarakat desa semakin mudah menjangkau layanan keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkankesejahteraan, memperkuat kemandirian desa, dan mendorong pemerataanpembangunan sesuai potensi masing-masing wilayah.Keseriusan itu tampak jelas sejak awal. Dalam rapat terbatas bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini