Virus Corona Sudah Merambah ke Spanyol

Baca Juga

MATAINDONESIA, MADRID – Satu persatu negara-negara di Eropa sudah terpapar virus corona. Terbaru, Jumat malam, 31 Januari 2020, Pemerintah Spanyol mengumumkan kasus pertama di negaranya. Virus ini sebelumnya telah masuk ke Inggris, Rusia dan Jerman.

Reuters melaporkan pasien yang terkena virus ini merupakan bagian dari kelompok yang terdiri dari lima orang. Kelimanya sekarang diobservasi di pulau terpencil La Gomera di Canary.

Kementerian Kesehatan Spanyol menjelaskan isolasi dilakukan sejak Kamis, 30 Januari 2020 setelah ditemukan bahwa kelima orang ini telah melakukan kontak dengan seorang pria Jerman yang didiagnosis dengan virus tersebut.

Diagnosis dari Pusat Nasional Mikrobiologi Spanyol dilakukan tidak lama setelah sebuah pesawat yang mengangkut 27 warga negara Uni Eropa dari pusat virus di kota Wuhan, Cina mendarat di Madrid.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan tak satu pun dari warga Spanyol yang dipulangkan menunjukkan gejala-gejala virus, tetapi mereka akan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid dan dikarantina di bawah pengawasan selama 14 hari. Empat warga Denmark dan satu warga Norwegia yang juga naik pesawat akan diterbangkan kembali ke negara asal mereka.

Sabtu 1 Februari 2020, Menteri Kesehatan Spanyol, Salvador Illa akan memimpin pertemuan tingkat menteri untuk membahas tanggapan Spanyol terhadap wabah tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan epidemi tersebut sebagai darurat internasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini