Virus Corona Bertahan di Cincin Logam Selama 8 Jam? Ini Faktanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar bahwa virus corona bisa bertahan di cicin, jam tangan hingga gelang beredar di media sosial Facebook. Untuk itu masyarakat diminta untuk tidak menggunakan benda tersebut.

Narasi yang sudah beredar sejak pertengahan Maret 2020 dan kembali beredar. Dalam unggahannya menyebutkan virus dapat menempel hingga delapan jam pada permukaan logam.

Lantas, benarkah virus dapat bertahan hingga delapan jam pada permukaan logam?

Studi The New England Journal of Medicine yang dipublikasikan pada Maret 2020 menjelaskan virus corona penyebab COVID-19 dapat menempel hingga empat jam pada tembaga, logam berwarna kemerahan yang biasanya dimanfaatkan untuk kabel listrik dan tangki air panas.

Sementara pada logam antikarat, yakni emas, perunggu, timah, dan stainless steel, virus SARSCoV 2 bisa bertahan sampai dua hingga tiga hari, masih merujuk pada penelitian yang melibatkan lembaga Centers for Disease Control and Prevention milik Pemerintah Amerika Serikat, National Institutes of Health (NIH), UCLA, serta Universitas Princeton tersebut.

Portal informasi kesehatan, SehatQ.com, melalui artikel berjudul “Berapa Lama Virus Corona Bertahan pada Permukaan Benda?”, menjelaskan virus-virus corona sebelum COVID-19, layaknya Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS), atau endemic human coronavirus (HCoV), dapat menempel pada permukaan logam hingga sembilan hari.

Dengan demikian, narasi yang menyebutkan bahwa virus bertahan di logam selama delapan jam merupakan informasi keliru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini