Vaksin AstraZeneca Belum Disuntikkan Karena BPOM Masih Investigasi Keamanannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penundaan penyuntikan Vaksin AstraZeneca kepada masyarakat Indonesia semata-mata demi meyakinkan keamanan vaksin buatan Inggris tersebut, meski isu penggumpalan darah yang menghebohkan diketahui tidak ada kaitannya. Saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan investigasi dan kajian.

Hal itu diungkapkan dalam siaran pers resmi BPOM yang diterima, Kamis 18 Maret 2021.

Menurut siaran pers tersebut BPOM bersama tim pakar dari Komnas Penilai Obat, KOmnas PP KIPI dan ITAGI melakukan kajian mendalam untuk memastikan isu keamanan tersebut sehingga meyakinkan saat disuntikkan tidak menimbulkan masalah kesehatan serius.

“Selama masih dalam proses kajian, vaksin Covid-19 AstraZeneca direkomendasikan tidak digunakan,” demikian pernyataan siaran pers tersebut.

BPOM mengetahui bahwa batch atau kelompok vaksin bermasalah itu tidak masuk ke Indonesia, namun pemerintah tetap memrioritaskan kehati-hatian.

Diketahui vaksin yang dituding menyebabkan penggumpalan darah umumnya dikirim ke 17 negara Eropa dengan nomor batch ABV5300, ABV3025 dan ABV2856. Indonesia memperoleh AstraZeneca dari pabrik di Korea Selatan.

Namun, BPOM sudah melakukan komunikasi dengan WHO dan badan otoritas obat negara lain untuk mendapatkan hasil investigasi dan kajiah yang lengkap dan terkini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini