Loyalitas Perempuan, Daya Tarik Pelaku Terorisme

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Loyalitas perempuan menjadi faktor andalan bagi pelaku terorisme. Kesetiaan serta kepatuhannya juga menyebabkan mereka mudah percaya dan tunduk dengan nuansa yang berbau agama. Direktur The Center for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR) Makmun Rasyid menegaskan bahwa hal ini menjadi magnet tersendiri bagi pelaku teror.

“Perempuan dianggap bisa menjadi pengikut yang loyal dan patuh, ini menjadi magnet tersendiri bagi laki-laki yang di lain kesempatan melakukan penyebaran radikalisme tidak mempan,” kata Makmun dalam  diskusi tentang ‘Keterlibatan Perempuan dalam Kontra Radikal-Teroris di Media Sosial di kanal Youtube Sang Khalifah, Kamis 18 Maret 2021.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar juga pernah menegaskan bahwa faktor loyalitas inilah yang menjadikan perempuan banyak terlibat dalam terorisme.

“Alasan pelibatan perempuan dalam terorisme berdasarkan hasil wawancara yang kami peroleh, dan tentu saja tidak mewakili pandangan umum seluruh perempuan. Menurut mereka (teroris), perempuan diandalkna dalam soal loyalitas, kesetiaan dan kepatuhan. Perempuan juga paling mudah percaya dan tunduk dengan nuansa yang berbau agama,” kata Boy Rafli.

Selain itu ia juga menilai bahwa perempuan dianggap efektif untuk mengelabui aparat penegak hukum. Mereka dinilai bisa dimanfaatkan untuk kamuflase.

“Pelibatan perempuan juga digunakan sebagai siasat untuk mengelabui aparat penegak hukum. Jadi digunakan sebagai kamuflase, sehingga bisa membantu perjuangan para teroris itu,” kata Boy.

Beberapa upaya juga sudah dilakukan untuk membendung perempuan agar tidak terjerumus dalam radikalisme. Caranya dengan kontra radikalisasi seperti kontra narasi, kontra ideologi dan kontra propaganda dan mengisi ruang publik dunia maya dengan konten perdamaian dan persatuan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini