Usai Diperiksa Bareskrim, Ridwan Kamil: Setiap Jabatan Ada Risikonya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Usai diperiksa selama 7 jam oleh penyidik Bareskrim Polri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan semua jabatan ada risikonya. Jabatan itu hanya sementara bukan segalanya.

“Saya diajari Allah memberikan kekuasaan kepada kami dan Allah juga yang pada suatu hari akan mencabut kekuasaan itu. Jadi kita ikuti saja proses hukumnya,” ujar lelaki yang dipanggil Emil itu di Jakarta, Jumat 20 November 2020.

Emil diperiksa dalam kasus kerumunan massa Muhammad Rizieq Shihab di Mega Mendung, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan lokasinya, menurut Emil, secara teknis merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bogor, namun dia mengaku ikut bertanggung jawab atas terselenggaranya acara itu.

Dia menjawab siap menanggung sanksi yang akan dijatuhkan kepadanya dari hasil penanganan kasus tersebut.

Namun dia berharap proses hukum kasus tersebut harus berjalan dengan seadil-adilnya demi kebaikan semua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini