Ultimatum Harry Kane: Liga Inggris Harus Selesai Juni

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bomber Tottenham Hotspur Harry Kane bisa jadi adalah salah satu pemain yang kurang beruntung belakangan ini. Setelah pulih dari cedera berbulan-bulan, ia tak bisa langsung tampil karena Liga Inggris yang ditunda akibat pandemi corona atau Covid-19.

Namun, Kane berharap agar Liga Inggris segera digulirkan kembali dan harus berakhir Juni ini, tanpa ada kompromi dan lain sebagainya.

“Saya tahu semua dilakukan untuk bisa menyelesaikan semua musim ini. Tapi bagi saya, kita perlu selesaikan Juni ini atau tidak sama sekali,” kata Kane, seperti dikutip dari Sky Sports, Senin 30 Maret 2020.

“Jika tak selesai Juni, kita lihat opsi lainnya dan menantikan musim depan,” ujarnya.

Presiden UEFA Aleksander Caferin sebelumnya berkata, kompetisi mau tidak mau harus dilanjutkan. Jika tidak, dampaknya cukup parah. Bahkan, kompetisi Eropa terancam ambruk.

“Kami mungkin harus mengatakan ‘kami tidak bisa menyelesaikannya’. Masuk Juli dan Agustus membuat mundur musim selanjutnya. Saya tidak terlalu melihat banyak manfaat dalam hal itu. Saya tidak tahu apa latar belakang dari semua ini dan apa artinya secara finansial untuk klub tertentu,” kaata Caferin.

Ia mengumumkan bahwa ada beberapa opsi yang perlu dipertimbangkan. Sayangnya, dia tidak bisa memastikan bagaimana nasib kompetisi musim ini. Karena hal itu bergantung pada perkembangan pandemik virus corona.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini