Ukraina = Tumbal dari Krisis yang Diciptakan AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, TEHERAN –  Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Ukraina adalah korban dari krisis yang diciptakan oleh Amerika Serikat (AS).

Otoritas politik utama Iran itu juga mendukung diakhirinya perang di Ukraina. Namun, Khamenei menambahkan bahwa peran AS sebagai akar dari konflik dua negara Eropa Timur itu harus diakui.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi lokal Iran, Khamenei menyatakan bahwa krisis Ukraina menunjukkan, Amerika Serikat tidak dapat dipercaya, melansir US News, Selasa, 1 Maret 2022.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Bashar Jaafari mengatakan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy hanyalah pion bagi kepentingan Barat di kawasan Eropa timur.

Menurut Jaafari, Barat sengaja menciptakan Zelenskyy sebagai tokoh politik dan menjadikannya sebagai tumbal bagi kepentingan strategis Barat dalam konflik antara Ukraina dan Rusia.

“Pendapat saya pribadi, Zelenskyy berasal dari institusi politik tradisional. Karier politiknya adalah hasil kudeta terhadap Poroshenko (mantan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko),” ucap Bashar Jaafari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini