Aparat TNI hingga Tenaga Kesehatan Komitmen Tangani Korban Penembakan di Puncak

Baca Juga

MataIndonesia, Puncak – Aparat TNI bersama tenaga kesehatan dan pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam menangani korban penembakan yang terjadi di wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Langkah terpadu dilakukan mulai dari evakuasi korban, pemberian layanan medis, hingga penyiapan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak konflik.

Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan fokus utama aparat saat ini adalah keselamatan korban serta pendalaman informasi terkait pelaku penembakan. Menurutnya, personel TNI di lapangan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah daerah untuk memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis.

“Prioritas kami adalah menyelamatkan korban dan memastikan mereka mendapat perawatan secepat mungkin. Di saat yang sama, aparat juga melakukan pendalaman informasi guna mengungkap pelaku penembakan,” ujar Wirya. Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi geografis serta potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, turut memastikan penanganan korban berjalan optimal. Saat menjenguk warga sipil korban penembakan di RSUD Mulia, Puncak Jaya, Jumat (17/4/2026), ia menjelaskan konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok OPM telah menimbulkan korban sipil di wilayah Kabupaten Puncak yang berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya. Pemerintah provinsi saat ini melakukan pendataan korban secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan.

Menurut Meki, dukungan logistik juga telah disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk penambahan tenda darurat bagi pengungsi. Selain itu, Pemprov Papua Tengah memastikan penanganan medis menjadi prioritas utama, termasuk pembiayaan pengobatan hingga korban dinyatakan sembuh.

“Kami sudah mengunjungi langsung korban, termasuk empat anak-anak yang terkena peluru. Pemprov akan menanggung seluruh biaya pengobatan sampai sembuh, satu anak sudah diterbangkan ke Jayapura untuk mendapat pengobatan,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam meredakan konflik. “Kita harus mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis agar pelan-pelan dapat menciptakan kedamaian,” ujarnya.

Meki juga menegaskan agar konflik bersenjata tidak mengorbankan masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak. Ia mengutuk tindakan tidak presisi yang menyebabkan warga sipil menjadi korban.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat telah membentuk tim evakuasi setibanya di Sinak. Tim tersebut dibagi menjadi dua, yakni tim pertama menyisir wilayah Distrik Kembru dan tim kedua menjangkau Distrik Pogoma.

“Tim ini kami bentuk untuk memastikan kondisi warga secara menyeluruh. Disinyalir masih ada korban yang belum dievakuasi karena sebagian warga melarikan diri ke hutan akibat trauma,” ujar Nenu.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Puncak telah mengeluarkan SK Status Tanggap Darurat selama 14 hari. Saat ini, fokus utama adalah mengidentifikasi seluruh korban, baik yang luka maupun meninggal dunia, sekaligus menjamin keamanan tim evakuasi melalui koordinasi dengan Pangkogabwilhan III dan Satgas terkait.

Pemkab Puncak juga berkomitmen memfasilitasi biaya pengobatan korban hingga sembuh, mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang trauma, serta melakukan pemulihan secara bertahap setelah situasi benar-benar aman. Langkah terpadu antara aparat TNI, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat serta mengembalikan stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kasus Air Keras Segera Disidangkan, Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Tegas dan Transparan

Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah memastikan penanganan kasus penyiraman air keras yang menjadi perhatian publik segera memasuki tahap persidangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini