UAS Diusulkan Jadi kandidat Caketum Partai Masyumi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Partai Masyumi reborn mulai muncul ke permukaan, yang dihidupkan kembali oleh sejumlah tokoh KAMI. Diketahui, Partai ini sempat dibubarkan di era Presiden Sukarno.

Salah satu deklarator Masyumi Reborn Ahmad Yani mengatakan, akan segera membentuk majelis syuro untuk menentukan caketum Partai Masyumi.

Nah, nama Ustaz Abdul Somad (UAS) muncul menjadi salah satu kandidat ketua umum.

UAS, kata dia selain ditawari menjadi anggota majelis syuro, juga diusulkan menjadi salah satu caketum.

“Banyak sekali (caketum) ada Ustaz Bachtiar Nasir, ada calonnya juga, dicalonkan UAS. Nanti musyawarah banyak tokoh-tokoh juga biar enggak kehilangan,” katanya.

Meski begitu, Yani mengatakan UAS saat ini masih terganjal dengan statusnya sebagai seorang ASN yang belum diberhentikan. Namun, kata dia, UAS memberikan dukungan penuh terhadap Partai Masyumi.

“Cuma kan masalahnya UAS ini dia kan masih terikat dengan ASN. Maka dia enggak mungkin seperti itu, usulan pemberhentiannya kan belum disambut,” katanya.

Eks politikus PPP itu juga mencontohkan dukungan UAS kepada Partai Masyumi. Salah satunya, UAS memberikan materi kepada sejumlah anggota Partai Masyumi.

“Dia kan sudah memberikan materi, salah satu dia sudah memberikan dukungan penuh walaupun dia mungkin masih ada hambatan. Maka dia memberikan materi dauroh dan sebagainya, ada dari anggota khusus Masyumi itu,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini