Tren Positif Penanganan Covid19 di Indonesia Berlanjut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tren positif penanganan Covid19 terus berlanjut hingga hari keempat, Minggu 14 Maret 2021 dengan mencatat angka kesembuhan lebih banyak dari kasus baru. Jumlah kasus sembuh pada tanggal itu bertambah 5.647 orang.

Sedangkan jumlah kasus positif Covid19 baru hanya bertambah sebanyak 4.712 orang. Kondisi itu melanjutkan tren positif pada tiga hari sebelumnya.

Data pada laman www.covid19.go.id, pada Kamis 11 Maret 2021 pertambahan pasien yang sembuh jauh lebih banyak dari kasus baru yaitu 8.170 orang berbanding 5.144 orang.

Tren positif terus berlanjut di Jumat 12 Maret 2021 dengan mencatat penambahan kasus sembuh sebanyak 6.851 orang dibandingkan kasus baru yang 6.412 orang.

Pada Sabtu 13 Maret 2021, tren menggembirakan tersebut terus terjadi dengan jumlah penambahan kasus sembuh di angka 6.016 orang, sedangkan kasus baru hanya 4.607 orang.

Dengan penambahan itu maka jumlah kumulatif angka kesembuhan menjadi 1.243.117 orang, sedangkan angka kasus terinfeksi menjadi 1.419.455 orang atau 87,6 persen.

Persentase kesembuhan tersebut pada sebulan lalu ada di kisaran 85 persen, dengan demikian angka itu terus bertambah mendekati 90 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini