Tren Pandemi Covid-19 di Indonesia Masuk Titik Awal Melandai

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi covid-19 di Indonesia mulai menunjukkan tren melandai karena penambahan jumlah kasus covid-19 relatif konstan yaitu 1.755 kasus pada Jumat 8 April 2022.

Pada Kamis 7 April 2022 jumlah penambahan kasus hariannya berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 Pusat ada di angka 2.089 kasus, sementara pada Rabu 6 April di angka 2.400 kasus.

Penambahan kasus Jumat ini berdasarkan pemeriksaan 130.419 spesimen. Sedangkan pasien sembuh bertambah 3.442 orang.

“Total pasien sembuh sebanyak 5.789.044 orang,” ujar tulisnya.

Pasien meninggal akibat covid-19 bertambah 47 hari ini. Sehingga, total korban jiwa mencapai 155.556.

Sementara itu, kasus aktif berkurang 1.734 sehingga totalnya 76.568 orang.

Kasus aktif ialah jumlah orang yang terkonfirmasi positif ditambah orang yang menjalani isolasi mandiri atau menunggu hasil tes covid-19 di rumah sakit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini