Tragis! Sudah 73 Personel PBB Gugur dalam Tugas Sepanjang 2019 Ini

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Tahun 2019 ini benar-benar tahun duka untuk PBB. Dari Januari sampai Agustus lalu, tercatat sudah 73 personel PBB yang gugur dalam tugasnya.

Acara peletakan karangan bunga dan upacara peringatan gugurnya para personel itu pun digelar dan dipimpin Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres. Ia menyampaikan simpati mendalam atas kehilangan tersebut.

Disebutkan Gutteres dalam keterangan resminya, Sabtu 7 September 2019, bahwa dari 73 tersebut, 25 di antaranya adalah pegawai sipil, 43 pasukan penjaga perdamaian dan 4 polisi PBB.

“Pengorbanan para personel dilakukan untuk menjaga kedamaian dunia,” ujar Gutteres.

Lebih lanjut, ia berkata bahwa PBB sebagai lembaga dunia akan membangun tempat yang lebih aman dan terus memberikan perhatian kepada siapa saja yang membutuhkan, atau kurang beruntung.

Selama ini, dalam amatan Gutteres, para pesonel PBB telah menjalankan tugasnya di garis depan dengan tantangan yang super berat.

Mereka adalah orang-orang berjasa yang memberikan bantuan kemanusiaan, menjaga perdamaian, mempertahankan hak asasi manusia, memberikan makan mereka yang kelaparan dan membantu masyarakat untuk menanggulangi perubahan iklim.

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini