Total Kerugian Kebakaran Kejagung Tembus Rp 1 Triliun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, kebakaran yang menghanguskan gedung utama Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020 lalu mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai lebih Rp 1 triliun.

“Terkait perkiraan kerugian, belum dihitung secara rinci, tetapi kami sudah mendapat gambaran perkiraan sementara kerugian terhadap terjadinya kebakaran itu,” kata Hari di Jakarta, Senin 31 Agustus 2020.

Ia menuturkan, ada dua jenis perkiraan kerugian dalam kebakaran ini, yakni gedung dan bangunan.

Secara rinci ia menyebut, perkiraan kerugian gedung dan bangunan adalah Rp 178.327.638.121 miliar. Kemudian untuk kerugian alat kantor dan peralatan kerja diperkirakan mencapai Rp 940 miliar lebih.

“Sehingga total diperkirakan Rp1.118.549.352.829 triliun, ini perkiraan sementara,” ujarnya.

Untuk peralatan elektronik seperti komputer belum dapat dihitung berapa banyak yang terbakar karena hingga kini tim perlengkapan Kejagung belum diizinkan masuk ke lokasi kebakaran untuk mendata kerusakan atau mungkin barang yang masih bisa diselamatkan.

Hari menyebut, pihak Kejagung masih menunggu data resmi dari kepolisian. Setelah itu baru diketahui secara pasti apa saja kerusakan yang disebabkan kebakaran tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini