TNI Siap Atasi Masalah Keamanan Akibat Pandemi Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – TNI siap menghadapi gejolak pada masa pandemi virus corona yang terjadi secara global sekarang. Alasannya wabah itu sekarang juga berdampak pada sektor ekonomi, politik dan keamanan sehingga TNI perlu landasan hukum untuk bergerak.

“Hakikatnya pandemi ini menjadi masalah keamanan nasional,” kata Mayjen TNI Sisriadi di Jakarta, Selasa 28 April 2020.

Menurut dia, jika masalah yang mengikuti wabah itu tidak segera diantisipasi dengan matang maka bisa mengancam keamanan nasional.

Sisriadi menambahkan, keputusan pemerintah dalam membentuk gugus tugas dalam menanggulangi pandemi corona merupakan langkah yang tepat.

Namun dia menilai dalam menghadapi dampak virus corona di luar isu kesehatan, maka masih diperlukan sebuah aturan keamanan yang bisa menjadi panduan setiap orang dalam menghadapi situasi pandemi seperti sekarang ini.

Jadi menurutnya perlu aturan yang mengikat seluruh komponen bangsa pada tingkatan strategis maupun politis yaitu sistem keamanan nasional yang bisa dilaksanakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini