Tiga Pesawat TNI AU Bakal Evakuasi WNI di Wuhan Cina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Tiga pesawat disiagakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNA AU) untuk mengevakuasi WNI terkait penyebaran wabah virus corona di Wuhan, Cina.

Tiga pesawat yang disiagakan terdiri dari dua unit Boeing B737 dan satu unit Hercules C130. Selain armada, TNI AU juga menyiagakan personel dari Batalyon Kesehatan untuk memulangkan WNI.

“Terkait wabah virus Korona 2019-nCoV di Wuhan, China, hasil rapat @PolhukamRI @Kemlu_RI @KemenkesRI, TNI AU telah menyiagakan 2 unit Boeing B737, 1 unit C130 Hercules, dan Batalyon Kesehatan #TNIAU untuk mengevakuasi WNI,” kata TNI dalam akun twitternya, Rabu 29 Januari 2020.

Diketahui ada 244 WNI di provinsi Hubei yang tercatat saat ini. Khusus di Wuhan, ibu kota Hubei, terdapat 93 WNI yang tinggal di sana.

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan opsi pemulangan WNI yang masih bertahan di Wuhan. Evakuasi akan dilakukan sesuai koordinasi dengan pemerintah China, mengingat status kota Wuhan, Provinsi Hubei, dalam keadaan “lock down” atau diisolasi.

Pemerintah China mengisolasi Wuhan dengan melarang transportasi dari dan menuju luar Wuhan demi mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Bahkan China belakangan memperluas area isolasi ke kota-kota lain.

Hingga kini jumlah warga di China yang terinfeksi virus corona naik drastis menjadi lebih dari 4.000 orang. Sementara korban meninggal akibat Virus Corona di China per Rabu 29 Januari 2020 mencapai 131 orang.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini