Terungkap! Pria Pengemudi Lawan Arah Berusia Lanjut, Derita Demensia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengemudi Mercedes Benz yang lawan arah di Tol Cakung akhirnya terungkap. Ia merupakan pria berinisial MSD berusia lanjut, yakni 66 tahun.

Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Matro Jaya AKBP Argo Wiyoni mengatakan M mengalami demensia atau pikun saat mengemudi di jalan tol tersebut. Ia bahkan tak mengantongi SIM dan STNK.

“Sementara dugaan info awal yang bersangkutan dalam kondisi demensia, atau menurunnya kondisi kemampuan berpikir dan mengingat,” ujar Argo, Minggu 28 November 2021.

MSD merupakan pria paruhbaya berlamatkan Pondok Gede, Bekasi. Menurut keterengan, pria itu jug terlihat linglung setelah kecelakaan terjadi.

Aksi MSD melawan arah di jalan Tol Cakung, pada Sabtu 27 November 2021 berujung kecelakaan beruntun. Ia menabrak dua mobil lainnya dan mengakibatkan rusak parah.

Kejadian ini tak memakan korban jiwa. Namun pohak kepolisian masih memeriksa MSD lebih lanjut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini