Terungkap, Motif Pemotongan Kepala Mayat Dalam Koper

Baca Juga

MINEWS.ID, BLITAR – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) berhasil mengungkap alasan pemotongan kepala korban pembunuhan Budi Hartanto.

Menurut hasil forensik mayat dalam koper disimpulkan pemotongan kepala dilakukan karena jenazah korban tidak cukup dimasukkan ke dalam koper.

“Ternyata kopernya tidak muat kalau lehernya tidak dipotong. Sehingga dilakukan pemotongan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Senin 8 April 2019.

Selain itu, polisi saat ini sudah mengantongi nama pelaku pembunuhan itu. Ada dua orang yang sedang dalam perburuan.

Namun, mereka selalu memantau pergerakan polisi sehingga keduanya selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari aparat.

Warga Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar.

Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala. Diduga motif pembunuhan adalah masalah percintaan.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini