Terungkap, Mantan Presiden Yasser Arafat Dibunuh Orang Terdekat

Baca Juga

MATA INDONESIA, YERUSALEM – Mantan pemimpin Palestina, Yasser Arafat meninggal dunia di Rumah sakit Militer Percy, dekat Paris, Prancis. Arafat wafat di usia 75 tahun pada 11 November 2004, setelah mengeluh sakit perut di kantor pusatnya di Kota Ramallah, Tepi Barat.

Kini, 17 tahun setelah kepergiannya, mantan anggota Komite Pusat Fatah Palestina, Ribhi Halloum membenarkan bahwa almarhum Yasser Arafat dibunuh oleh orang-orang yang dekat dengannya.

“Apa yang (mantan Perdana Menteri Qatar, Hamad) Bin Jassem katakan menegaskan apa yang telah saya ucapkan selama beberapa tahun terakhir bahwa pembunuh Arafat adalah seorang penjahat yang dikenal oleh Otoritas Palestina dan para pemimpinnya,” kata Halloum kepada Quds Press.

Pimpinan Otoritas Palestina telah membuat keputusan politik untuk tidak mengungkapkan identitas pembunuh sebenarnya dan menutup arsip secara permanen, Halloum menjelaskan.

Sebelumnya pada hari Rabu, Bin Jassim mengatakan, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Kuwait Al-Qabas, bahwa perubahan mendadak dalam kesehatan Arafat menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres. Dan mungkin, katanya, ada orang-orang yang telah memberinya sesuatu untuk membunuhnya.

“Ini fakta. Yasser Arafat pasti dibunuh, dan oleh orang-orang di sekitarnya,” tuntasnya, melansir Middle East Monitor, Sabtu, 19 Februari 2022.

Arafat dinyatakan meninggal akibat gangguan darah. Akan tetapi, berdasarkan pemeriksaan barang-barang miliknya dan penggalian kerangkanya untuk analisis lebih lanjut tahun 2012 menunjukkan, Arafat mungkin telah diracun dengan radioaktif polonium-210.

Melansir Reuters, Arafat menghabiskan bulan-bulan terakhir hidupnya dengan bersembunyi di sebuah kompleks bekas pertempuran di kota Ramallah, Tepi Barat yang dikelilingi oleh tank-tank Israel.

Laporan Institut Fisika Radiasi Rumah Sakit Universitas Lausanne menyatakan bahwa Arafat jatuh sakit parah sekitar empat jam setelah makan pada 12 Oktober 2004. Sejak saat itu, Arafat tidak pernah pulih dan meninggal sebulan kemudian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

WNA Operator Judi Daring Ditangkap, Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Siber

Oleh: Ira Nurdini )*Pemerintah terus memperkuat pengawasan siber nasional menyusulterbongkarnya praktik judi daring internasional yang melibatkan ratusanwarga negara asing di Jakarta Barat. Langkah cepat aparat dalammengungkap jaringan tersebut dinilai menjadi bukti keseriusan negaradalam menjaga ruang digital Indonesia dari ancaman kejahatantransnasional yang semakin kompleks.Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan Bareskrim Polriterhadap aktivitas mencurigakan di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan321 warga negara asing yang diduga menjalankan operasional judi daring secara terorganisir.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa penyidik saat ini masih terusmengembangkan kasus guna memburu aktor utama dan pihak perekrutyang berada di balik jaringan internasional tersebut. Polisi juga telahmengantongi data sponsor yang diduga membawa ratusan operator asingke Indonesia.Menurut Wira, proses pemeriksaan masih difokuskan pada pendalamanperan masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan adanya pengendaliutama yang mengatur seluruh aktivitas perjudian daring tersebut. Hinggakini, penyidik baru menemukan pihak yang berperan sebagai koordinatordi tiap divisi pekerjaan.Keberadaan jaringan dengan struktur kerja yang rapi memperlihatkanbahwa praktik judi daring internasional kini dijalankan secara profesionaldan memanfaatkan sistem digital yang sulit dideteksi. Karena itu, aparattidak hanya berfokus pada penangkapan operator lapangan, tetapi jugapenelusuran terhadap jaringan yang lebih besar.Dari total 321 warga negara asing yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negaraseperti Vietnam, China, Laos, Myanmar,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini