Terungkap Identitas Mayat Perempuan Telanjang di Sungai Serang

Baca Juga

MATA INDONESIA, GROBOGAN – Polisi berhasil mengidentifikasin mayat perempuan yang ditemukan dalam kondisi telanjang di Sungai Serang, Grobogan, Jateng, pada Minggu 8 Desember 2019. Dia diidenfikasi benama Elisa Rahmawati, 29 tahun, asal Blora, Jateng.

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari korban sehingga diketahui identitasnya. Keluarga korban yang didatangkan juga membenarkan bahwa mayat tersebut adalah Elisa Rahmawati.

“Tim Inafis Polres Grobogan setelah melakukan pemeriksaan sidik jari korban temu (penemuan) mayat, korban teridentifikasi atas nama: Elisa Rahmawati (29),” kata Kapolsek Penawangan AKP Saptono Widyo, Senin 9 Desember 2019 pagi.

Saptono lebih lanjut mengatakan bahwa korban merupakan seorang ibu rumah tangga. Dia pernah tinggal bersama suaminya di Bahar mulya RT 19 RW 04, Kecamatan Bahar Utara Kota, Kabupaten Muaro, Jambi, namun kemudian dipulangkan ke Blora karena kondisi kesehatannya.

“Menurut informasi dari pihak keluarga bahwa korban menderita penyakit depresi/ODGJ yang kurang lebih 3 bulan yang lalu dibawa berobat ke Ponpes Ki Ageng Serang milik Gus Jibril yang beralamat di Dusun Cingkrong, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Grobogan,” jelas Saptono.

Kepada polisi, Gus Jibril juga membenarkan bahwa korban benar menjadi pasiennya selama kurang lebih 3 bulan dengan kondisi depresi sangat berat.”Gus jibril menyatakan bahwa korban meninggalkan Ponpes selama 2 hari dan tidak kembali lagi ke ponpes,” ujarnya.

Keluarga juga membenarkan bahwa korban mengalami depresi berat selama kurang lebih 9 bulan terakhir. Saat ini, keluarga telah membawa jenazah ke kampung halamannya di Dusun Ngelo Bener, Desa Jepon, Blora, untuk dimakamkan.

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini