Tertarik dengan Islam, Dedy Corbuzier Mantap Jadi Mualaf

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut pesulap Deddy Corbuzier. Lewat video yang diunggah di YouTube miliknya hari ini, Jumat 31 Mei 2019, sang mentalis sekaligus pembawa acara itu mengaku dirinya akan menjadi mualaf.

Seperti diketahui, belakangan ini Deddy Corbuzier memang kerap membuat video YouTube yang berkaitan dengan Islam. Ia kerap membuat konten YouTube berisi dialog dengan beberapa ustaz. Selain itu, pria 42 tahun itu juga mengaku banyak subscriber YouTube-nya yang mendoakan agar segera mendapat hidayah untuk menjadi mualaf.

“Good day smart people. Mungkin Anda semua sudah tahu kalau saya sedang dalam perjalanan untuk jadi mualaf. Dan, itu sudah bukan menjadi rahasia umum,” katanya.

Namun, Deddy Corbuzier mengungkapkan sebenarnya video tersebut sebenarnya dibuat untuk meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang dibuatnya terkait kasus Kapten Vincent Raditya. Deddy Corbuzier dianggap menjadi salah satu penyebab izin terbang single engine Kapten Vincent Raditya dicabut.

Atas kejadian tersebut, Deddy Corbuzier disarankan oleh Gus Miftah untuk meminta maaf. Menurut Gus Miftah, permintaan maaf itu sangat penting agar Deddy Corbuzier bisa menjadi muslim yang baik ke depannya.

“Dan beliau (Gus Miftah) mengatakan, ‘Kalau kamu benar-benar mau mau belajar jadi seorang muslim yang baik atau belajar agama Islam yang baik, kamu harus minta maaf,” katanya.

Dalam prosesnya belajar menjadi mualaf, Deddy Corbuzier pun mengaku dirinya memang harus meminta maaf. Ia meminta maaf atas kekacauan yang terjadi karenanya.

“Saya minta maaf tentang semua hal yang sudah terjadi. Entah itu saya benar, entah itu saya salah dan sebagainya, saya harus minta maaf karena saya berada di skenario keributan tersebut,” katanya.

Dalam video berdurasi 6 menit 19 detik itu, Deddy Corbuzier juga menyinggung niatnya menjadi mualaf. Ia menjelaskan keputusan itu diambil bukan karena alasan duniawi, seperti wanita. Pembawa acara ‘Hitam-Putih’ itu menegaskan dirinya mendapatkan sesuatu yang baik dari Islam, sehingga Deddy Corbuzier berniat mendalaminya.

“Satu hal yang harus diingat, saya belajar agama Islam ini bukan karena saya mau nikah atau bukan karena wanita. Itu sama sekali enggak. Kalau saya pindah agama pasti karena saya memang belajar dan mendapatkan hal baru dan positif dari hal tersebut,” katanya.

Ia mengatakan mungkin perjalanannya masih lama, karena masih banyak hal-hal yang harus dipelajari. Bagaimana menjadi Islam yang baik dan benar.

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini