Terpilih Kembali, PM Malaysia dan India Ucapkan Selamat Kepada Joko Widodo

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad dan Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan selamat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kemenangan dalam Pilpres 2019.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak @jokowi atas kemenangan resmi sebagai Presiden Republik Indonesia,” demikian pernyataan Mahathir seperti dikutip dari akun Twitter resmi Mahathir, @chedetofficial, Selasa 21 Mei 2019.

Dirinya berharap kerja sama antara kedua negara akan semakin erat setelah ini. Tak hanya itu, sebelumnya ucapan itu disampaikan setelah Wakil PM Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail. Istri tokoh politik terkemuka Anwar Ibrahim ini menyatakan rasa optimis soal hubungan bilateral kedua negara tetap kuat bagi keuntungan rakyat kedua negara.

“Saya mendoakan agar Joko Widodo diberkati dengan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi tantangan masa depan sebagai seorang pemimpin,” kata Wan Azizah dalam pernyataannya.

Tak hanya itu, ucapan selamat datang dari Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Sedikit berbeda dengan yang lain, PM Modi memberikan ucapan selamat dalam dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Ucapan selamat untuk Jokowi ini disampaikan PM Modi via akun Twitter resminya, @narendramodi.

“Selamat yang sebesar-besarnya kepada @jokowi atas terpilihnya Anda kembali!” tulis PM Modi dalam pernyataannya yang berbahasa Indonesia, seperti dikutip pada Selasa 21 Mei 2019.

PM Modi kemudian menyebut Indonesia dan India sebagai ‘dua negara demokrasi besar’. “Sebagai dua negara demokrasi besar, kami bangga atas keberhasilan perayaan demokrasi. Kami berharap Anda dan rakyat Indonesia semua sukses di bawah kepemimpinan dinamis Anda,” katanya.

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini