Ternyata Medusa Makhluk yang Nyata, Ditemukan di Jepang

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Kamu tahu Medusa kan? Ya, kalau kamu suka dengan tema-tema mitologi Yunani, makhluk yang satu ini ‘haram’ hukumnya jika tak disebutkan.

Nah, ternyata Medusa adalah makhluk yang nyata, benar-benar hidup sampai saat ini, namun dalam bentuk virus. Terbukti, para peneliti menemukan virus raksasa terbaru yang diberi nama medusavirus.

Nama itu terinspirasi dari Meduda karena kemampuannya yang dapat mengubah siapapun korbannya menjadi batu. Ngeri!

Dipublikasikan dalam jurnal Virology, virus ini ditemukan dan diisolasi dari sebuah mata air panas di Jepang.

Namun, virus ini sementara hanya bisa menginfeksi amoeba jenis ‘Acanthamoeba Castellanii’ saja, belum sampai menjangkit manusia. Kekuatan virus ini diketahui ketika peneliti melakukan uji laboratorium pada amoeba yang terinfeksi.

Saat menjangkit korbannya, virus ini akan membuat kulit mengeras dan kokoh, lalu memasuki fase non-aktif dan menjadi semacam kista.

Medusavirus dikatakan peneliti masuk dalam jenis virus raksasa karena memiliki genom besar dibandingkan virus pada umumnya.

Meski demikian medusavirus memiliki ciri khas unik tidak ditemukan pada virus raksasa lain seperti memiliki 2.600 duri.

“Medusavirus adalah virus raksasa yang unik karena menyimpan jejak-jejak interaksi purbakala antara virus dan inangnya,” kata peneliti dari Jepang.

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini