Tercatat Hampir 200 Juta Penduduk Indonesia Dapat Vaksin Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat ini, hampir 200 juta atau 74 persen penduduk Indonesia yang sudah mendapat vaksin covid-19 baik dosis pertama, kedua maupun booster.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan 198,1 juta mendapat suntikan vaksin tersebut, dan 162,6 juta di antaranya sudah memperoleh dosis kedua.

Sementara mereka yang sudah mendapat booster tercatat 14,6 persen atau 30,5 juta penduduk.

“Alhamdulilah sampai sekarang sudah 392 juta dosis vaksin diberikan ke 198 juta masyarakat Indonesia. Sudah hampir 200 juta dalam waktu 15 bulan. Ini pencapaian yang luar biasa,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin 18 April 2022.

Pemerintah pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kepala daerah dari jajaran gubernur, wali kota, bupati, hingga TNI-Polri, dan juga BIN yang telah membantu pelaksanaan percepatan vaksinasi Covid-19 di seluruh daerah.

Menkes pun optimistis penyelenggaraan mudik lebaran pada tahun ini akan berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat.

Alasannya, hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi covid-19 dalam kadar yang tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini