Terbukti Sembunyikan Teroris dari Cina dan Gabung ISIS, Dokter di Bekasi Divonis 3 Tahun Penjara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang dokter berinisial AR divonis 3 tahun penjara karena menyembunyikan seorang teroris dari Uighur, Cina. Ia juga diketahui telah menjadi anggota ISIS.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu berupa pidana penjara selama 3 tahun,” kata majelis Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) yang dilansir website-nya, Minggu 1 Agustus 2021.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana terorisme. Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan berlaku sopan dalam persidangan.

Awal mula dokter asal Bekasi tersebut terjun ke dunia terorisme yaitu lewat Jamaah Islamiah (JI). Ia tercatat sebagai simpatisan JI pada 2012 silam.

AR selanjutnya bergabung kepada ISIS kelompok Abu Salman pada tahun 2014. Setahun kemudian, AR melakukan ikrar setia kepada ISIS disaksikan Abu Mufid di rumahnya di Bekasi. AR menyatakan setia dan taat kepada seluruh perintah dari Abu Bakar Albaghdadi sebagai khalifah ISIS serta mematuhi segala seruan yang diberikannya.

Tidak lama kemudian, AR tertarik berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS. Sebagai persiapan, AR ikut pelatihan semimiliter bersama teman-temannya di daerah Sentul dan Tambun.

Pada akhir Desember 2015, AR berangkat ke Suriah. Alasannya berangkat ke Suriah adalah kaum muslim di Suriah banyak yang dizalimi sehingga ia berkeinginan membela dan bergabung dengan pasukan daulah untuk melaksanakan perintah dari Syekh Abu Bakar Albaghdadi.

Sebelum berangkat, AR mengetahui ada buron teroris dari Uighur Cina di sebuah rumah temannya sesama ISIS. Namun AR tidak melapor ke aparat kepolisian.

Pesawat yang ditumpangi AR kemudian terbang transit di Colombo. Saat transit, ada masalah dengan tiket pesawatnya sehingga ia kembali ke Bekasi.

Sepulang ke Indonesia, ia mendengar kabar jaringannya banyak yang ditangkap polisi. Ia pun kabur ke Mentawai, Sumatera Barat, dengan bekerja di Klinik Islamic Center Mentawai.

Setelah 10 bulan merasa aman, AR kembali ke Bekasi dan kembali bergabung dalam kelompok teroris lagi. AR kemudian melakukan pembasisan di berbagai daerah. Pergerakan AR mulai terendus Densus 88 dan ditangkap pada akhir 2020. AR kemudian diadili atas perbuatannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini