Terapkan Ganjil Genap, Kendaraan Masuk Puncak Diperiksa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata mengatakann hingga hari ini, Sabtu 4 September 2021 pelaksanaan ganjil genap masih terus berlangsung dan seluruh petugas telah disebar di lima titik pemeriksaan, yakni Simpang Gadog, GT Ciawi, Bendungan, Cibanon dan Rainbow Hills.

“Untuk pagi ini sudah berlangsung, kita kan berlangsung 24 jam. Petugas juga sudah tersebar di titik-titik pemeriksaan. Jadi kalau selama proses ini lancar, tadi malam juga kita laksanakan alhamdulillah,” ujarnya.

Walaupun ada antrean kendaraan pada titik- titik pemeriksaan, kata Dicky, hal itu karena petugas membutuhkan waktu untuk pemeriksaan. Tetapi secara keseluruhan arus lalu lintas masih terkendali dan informasi aturan ganjil genap sudah tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat.

“Arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, Bogor pagi ini ada antrean kendaraan. Tapi masih nornal lancar, agak tersendat ada antrean karena kan kita sedang pemeriksaan,” katanya.

Ia mengatakan antrean terjadi karena pemeriksaan butuh waktu. Jadi yang harusnya berjalan terus, diberhentikan sebentar untuk dilakukan pemeriksaan tapi masih masuk normal.

Dicky juga menyampaikan jika sampai saat ini dari lima titik poin penjagaan, petugas masih mendapati sejumlah kendaraan yang nomor polisi tidak sesuai dengan aturan ganjil genap.

“Iya sudah ada pak dari pagi kita sudah main (yang diputar balikan), jadi pelaksanaan itu 24 jam tadi pagi petugas sudah di lapangan langsung kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

Sementara, Dicky menyampaikan untuk data berapa kendaraan yang harus diputar balikan belum selesai direkap, karena masih proses pendataan. “Belum direkap datanya,” ujarnya.

Sebelumnya, uji coba ganjil genap yang diterapkan pada dua kali akhir pekan itu akan berlaku bagi setiap kendaraan pribadi yang pelat nomornya tidak sesuai dengan angka genap atau ganjil pada tanggal tersebut akan diputar balik arah.

Namun, ada sejumlah jenis kendaraan yang masuk dalam kategori pengecualian penerapan sistem ganjil genap, yaitu armada pemadam kebakaran, ambulans, tenaga medis, kendaraan dinas TNI/Polri, angkutan umum, angkutan online, dan angkutan logistik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini