Tentara Kemerdekaan Menyerang Kamp Militer Myanmar

Baca Juga

MATA INDONESIA, NAYPYIDAW – Bentrokan terjadi di distrik Mohnyin, negara bagian Kachin pada Kamis (11/3) waktu setempat, menyusul penyerangan di sebuah kamp militer Myanmar oleh Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA).

KIA menyerang kamp militer Myanmar yang berbasis di dekat desa Sal Zin, hal ini dilaporkan oleh Kolonel Naw Bu –juru bicara kelompok etnis bersenjata tersebut. Naw Bu menambahkan, militer Myanmar menggunakan jet tempur untuk melakukan serangan balik.

“Kami tidak tahu detailnya. Tetapi komando pusat kami belum mengeluarkan perintah apa pun untuk menyergap kamp militer atau bentrokan di kota-kota,” kata Kolonel Naw Bu kepada Myanmar Now, Jumat, 12 Maret 2021.

Kolonel Naw Bu mencatat, dua kamp KIA telah disergap oleh pasukan militer Myanmar di kota Kutkai –negara bagian Shan utara selama sebulan terakhir. Ketegangan antara tentara dan kelompok etnis bersenjata meningkat sejak militer merebut kekuasaan lewat kudeta pada 1 Februari.

Sejak saat itu, tentara Myanmar mengalami bentrok dengan Serikat Nasional Karen dan Dewan Pemulihan Negara Bagian Shan. Kedua pihak menandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Nasional (NCA).

Pada 20 Februari, setidaknya 10 kelompok bersenjata yang telah menandatangani NCA mengumumkan bahwa mereka akan menunda pertemuan politik untuk negosiasi dengan junta militer.

Pengumuman itu juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok itu mendukung Gerakan Pembangkangan Sipil dan berbagai bentuk perlawanan publik lainnya terhadap kudeta dan akan mencari cara untuk mendukung para demonstran.

Myanmar yang sebelumnya dikenal dengan nama Burma itu jatuh ke dalam kekacauan sejak 1 Februari ketika militer menggulingkan pemerintah terpilih secara demokratis dan menahan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Sejak saat itu, warga Myanmar dari berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan melakukan serangkaian protes massa. Puncaknya pada Rabu (3/3), di mana sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya menjadi korban luka-luka hanya dalam waktu sehari! Ini menandai hari paling berdarah di sepanjang sejarah Myanmar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Membangun Pemilu 2024 Tanpa Friksi, Libatkan Akar Rumput, Pastikan Pemangku Kebijakan Netral

Mata Indonesia, Bandung - Pemilu 2024 tersisa dua bulan lagi sebelum dihelat pada 14 Februari 2024 mendatang. Persiapan baik dari parpol, caleg, tim pemenangan paslon capres-cawapres hingga perangkat pemilu yakni Bawaslu dan KPU sudah tampak akhir-akhir ini.
- Advertisement -

Baca berita yang ini