Telkomsel Teken Kontrak Jaringan 5G dengan Cina, Nggak Lemot Lagi Nih?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pemasok perangkat dan jaringan telekomunikasi asal Cina, ZTE Corporation merilis nama-nama operator seluler dari beberapa negara yang akan menjadi pelanggan jaringan generasi terbaru, yakni 5G.

Di antara nama-nama perusahaan itu salah satunya adalah operator telekomunikasi selular terbesar di Indonesia, yakni Telkomsel yang ikut menandatangani kontrak komersial jaringan 5G dengan ZTE Corporation.

Selain Telkomsel, ada juga perusahaan raksasa lainnya, seperti China Telecom, China Mobile, China Unicom, Orange asal Prancis, Telefonica asal Spanyol, dan Wind Tre asal Italia.

ZTE menyatakan bahwa jaringan 5G menjadi salah satu bisnis andalannya dan pihaknya terus melakukan inovasi di bidang riset teknologi 5G. Perusahaan yang didirikan oleh Hou Weigui pada 1985 itu telah mengajukan 3.500 hak paten dalam aplikasi jaringan 5G.

Kami telah bekerja sama dengan berbagai mitra kerja kami dalam hal perangkat keras 5G, termasuk telepon pintar, perangkat luar dan dalam ruang, mobile hotspot, dan terminal data,” kata ZTE dalam keterangan resminya.

Jadi, apakah dengan digunakannya jaringan 5G oleh Telkomsel akan mengatasi banyak masalah yang kerap dikeluhkan masyarakat, seperti jaringan lemot atau terlampau mahal? Kita tunggu saja.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini