Daftarkan Bacaleg ! segini Target PKS Kota Serang pada Pileg 2024

Baca Juga

Mata Indonesia, Kota Serang – Pengurus DPC PKS Kota Serang mendatangi Kantor KPU Kota Serang Jl. KH. Abdul Fatah Hasan No. 247, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Prov. Banten, pada 10 Mei 2023. Kedatangan 12 orang pengurus PKS Kota Serang dalam rangka pendaftaran pengajuan Bakal Calon Anggota DPRD Kota Serang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pada Pemilu 2024.

Dalam kegiatan tersebut rombongan PKS dipimpin Hasan Basri (Ketua DPD PKS Kota Serang) dan Zuliyanto (Sekretaris DPD PKS Kab serang). Hasan Basri mengungkapkan target DPC PKS Kota Serang dalam pileg 2024 mampu meraup 10 kursi di DPRD Kota Serang.

“Terima kasih kepada jajaran KPU Kota Serang telah menerima pendaftaran Calon Anggota DPRD dari Partai PKS. Sesuai dengan sambutan dari Ketua KPU bahwa partai PKS merupakan partai pertama yang mendaftarkan Anggota DPRD Kota Serang, hal ini mudah-mudahan menjadi langkah baik menjadi yang pertama juga dalam kontes Pemilu pada tahun 2024 mendatang. Saat ini Partai PKS mengagetkan pada pemilu 2024 mendatang yaitu sebanyak 10 Kursi, yg saat ini Bakal Calon Anggota DPRD Kota Serang yang didaftarkan sebanyak 45 Orang dari seluruh Dapil yang ada di Kota Serang”, ungkap Hasan Basri.

Sementara Ketua KPU Kota Serang Ade Jahran mengatakan dalam sambutannya PKS merupakan partai Pertama yang melakukan pendaftaran. Setelah menerima berkas pendaftaran KPU akan melaksanakan verifikasi berkas bacaleg.

Pendaftaran bacaleg dari PKS dilakukan secara serentak secara nasional. Hal tersebut sesuai dengan arahan ketua umum PKS H. Ahmad Syaikhu. Adapun target secara nasional PKS menargetkan kemenangan mutlak di semua wilayah.   

Sebelumnya Ketua DPW PKS Banten H Gembong Rudiansyah telah menyatakan PKS Banten telah menargetkan enam kursi DPR RI, 20 kursi DPRD Provinsi dan 87 kursi DPRD Kab/Kota se-Provinsi Banten.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini