Target ‘Response Time’ 15 Menit: Ini Alasan Kulon Progo Mendesak Tambah Pos Damkar di Temon

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, yang membawahi unit pemadam kebakaran (Damkar) dan penyelamatan, saat ini baru memiliki dua pos Damkar aktif.

Jumlah ini dinilai masih jauh dari standar minimal yang ditetapkan pemerintah, yakni enam pos di setiap kabupaten.

Kepala BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, menjelaskan bahwa pihaknya berencana mengajukan penambahan pos pemadam kebakaran baru melalui Dana Keistimewaan (Danais) DIY pada tahun 2027.

Lokasi yang diusulkan berada di Kapanewon Temon, berdasarkan hasil kajian dan regulasi BPBD DIY yang menyebutkan perlunya enam wilayah manajemen kebakaran di Kulon Progo.

“Temon dipilih karena posisinya strategis dan sesuai hasil kajian BPBD DIY. Saat ini Kulonprogo baru memiliki dua pos, sehingga penambahan perlu dilakukan secara bertahap,” jelas Setiawan.

Rencana pembangunan pos Damkar di Temon tidak hanya berupa fasilitas gedung, tetapi juga akan dilengkapi dengan unit mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat waktu respons terhadap laporan kebakaran.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Pemadaman Kebakaran Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Eko Susanto, menambahkan bahwa dengan total 12 kalurahan di wilayahnya, idealnya terdapat enam pos Damkar.

Ia berharap usulan pos baru di Temon dapat memperluas jangkauan layanan hingga wilayah Kokap dan sekitarnya.

“Usulan ini masih dalam tahap awal. Kami berharap bisa disetujui agar pelayanan pemadaman dan penyelamatan bisa lebih cepat dan merata,” ujar Eko.

Menurut Eko, waktu tanggap darurat (response time) Damkar idealnya maksimal 15 menit sejak laporan diterima.

Namun, dengan keterbatasan pos yang hanya ada di Kapanewon Wates dan Nanggulan, petugas sering harus menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi untuk mencapai lokasi kebakaran.

“Kami harus bekerja cepat karena targetnya tiba di lokasi maksimal 15 menit. Penambahan pos Damkar sangat penting agar pelayanan lebih optimal dan masyarakat bisa lebih aman,”” tambahnya.

Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama BPBD Kulon Progo baru bisa mengusulkan satu tambahan pos Damkar untuk saat ini.

Temon dinilai prioritas karena wilayah tersebut terus berkembang pesat dengan adanya Bandara YIA, hotel, rencana pembangunan pelabuhan, kawasan wisata, dan permukiman padat.

Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan akan layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan semakin mendesak.

Potensi kebakaran di Kulon Progo tercatat cukup tinggi. Beberapa kasus terjadi karena kelalaian warga.

Seperti membakar sampah yang tak diawasi, yang akhirnya membakar sejumlah lahan.

Tak hanya itu kebakaran rumah warga juga terjadi pada Agustus-September di masa saat kemarau basah.

Sedikitnya kasus kebakaran rumah warga terjadi 10 kasus di mana kelalaian warga yang tidak memperhatikan kayu bakar yang masih menyala setelah memasak.

Selain itu kebakaran akibat korsleting listrik juga terjadi. Tetapi kasus akibat korsleting listrik ini sangat kecil dibanding dengan membakar sampah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tingkat Kepuasan Publik Menjadi Indikator Kuat Keberhasilan Program Prioritas Nasional

Oleh: Nabila Khairunnisa )*Tingkat kepuasan masyarakat terhadap berbagai program pemerintahtidak hanya menjadi angka statistik dalam sebuah survei. Di balik angkatersebut, terdapat gambaran mengenai sejauh mana kebijakan yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan publik. Ketika mayoritasmasyarakat memberikan penilaian positif, hal itu menunjukkan bahwaprogram yang dijalankan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya secaranyata.Hasil Survei Nasional Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Isu AktualStrategis yang dirilis Poltracking Indonesia memperlihatkan adanyaoptimisme publik terhadap sejumlah agenda prioritas pemerintah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran Danantara Indonesia sebagai lembaga yang diproyeksikan memperkuat pengelolaan aset daninvestasi negara.Peneliti Poltracking Indonesia, Ahmad Zia Fitrahudin, menjelaskan bahwatingkat kepercayaan masyarakat terhadap Danantara mencapai 54,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakatyang menyatakan tidak percaya. Menurutnya, temuan ini mencerminkanadanya harapan publik terhadap kemampuan Danantara dalammendukung pertumbuhan ekonomi nasional.Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi lembaga yang masihberada dalam tahap penguatan peran. Dukungan masyarakat dibutuhkanagar berbagai langkah transformasi yang dilakukan dapat berjalan lebihefektif. Di saat yang sama, tingginya ekspektasi publik juga menjaditantangan agar Danantara mampu membuktikan kinerjanya melalui hasilyang dapat dirasakan masyarakat.Selain tingkat kepercayaan, survei juga mencatat tingkat kepuasanmasyarakat terhadap Danantara mencapai 51,5 persen. Penilaian positifyang lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak puas menunjukkanbahwa publik mulai melihat arah kerja lembaga tersebut secara optimistis.Temuan ini menarik karena memperlihatkan bahwa masyarakat tidakhanya menilai berdasarkan rencana atau konsep yang disampaikanpemerintah. Publik mulai melihat potensi kontribusi yang dapat diberikanDanantara dalam memperkuat investasi nasional dan mengoptimalkanpengelolaan aset negara.Optimisme terhadap program prioritas pemerintah juga tidak terlepas darikondisi ekonomi nasional yang relatif terjaga. Di tengah dinamika ekonomiglobal yang masih berlangsung, pemerintah terus berupaya memastikanstabilitas tetap menjadi prioritas utama.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwapemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, danOtoritas Jasa Keuangan terus melakukan koordinasi secara intensif untukmemantau perkembangan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukanagar setiap perubahan situasi global dapat diantisipasi sejak dini.Menurut Prasetyo, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihanterhadap pergerakan nilai tukar maupun dinamika ekonomi yang terjadi. Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada padakondisi yang kuat dan didukung oleh sejumlah indikator yang positif.Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga dan inflasi yang terkendalimenjadi faktor penting yang menopang keyakinan tersebut. Denganfondasi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuan untukmenghadapi berbagai tantangan ekonomi yang muncul dari luar negerimaupun dalam negeri.Upaya menjaga stabilitas ekonomi memiliki arti penting karenadampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ketika harga-harga relatifterkendali dan aktivitas ekonomi tetap berjalan, ruang bagi dunia usahauntuk berkembang akan semakin terbuka. Situasi seperti inilah yang padaakhirnya berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadapkinerja pemerintah.Pandangan yang sama juga disampaikan Menteri Keuangan, PurbayaYudhi Sadewa. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulanpertama 2026 bukan sekadar angka dalam laporan statistik, melainkantercermin dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung di berbagai daerah.Menurut Purbaya, pemerintah terus mencermati perkembangan ekonomimelalui berbagai indikator sekaligus pengamatan langsung di lapangan. Aktivitas perdagangan yang ramai, tingginya kunjungan ke pusatperbelanjaan, serta pergerakan sektor jasa menunjukkan bahwa rodaekonomi nasional masih bergerak dengan baik.Di sejumlah kota besar, aktivitas masyarakat tetap tinggi. Pasar tradisionalmasih ramai dikunjungi, pusat perdagangan beroperasi secara aktif, danberbagai kegiatan ekonomi berlangsung normal. Kondisi tersebut menjadisalah satu indikator bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.Purbaya juga melihat tingginya mobilitas masyarakat selama periode liburpanjang. Kawasan wisata di berbagai daerah dipadati pengunjung, sementara tingkat hunian hotel dan penginapan menunjukkan tren yang baik. Fenomena ini memperlihatkan bahwa konsumsi rumah tangga masihmenjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional.Berbagai capaian tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadapterbentuknya persepsi positif masyarakat terhadap program-program pemerintah. Kepuasan publik lahir ketika kebijakan yang dirancangmampu memberikan dampak yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.Karena itu, hasil survei yang menunjukkan tingginya kepercayaanterhadap Danantara maupun optimisme terhadap kondisi ekonominasional dapat dibaca sebagai refleksi atas upaya pemerintah dalammenjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan. Masyarakatmelihat adanya keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasiekonomi dan mempersiapkan ruang pertumbuhan yang lebih besar di masa depan.Tentu masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan. Namun, tingkat kepercayaan dan kepuasan yang relatif tinggimenunjukkan bahwa arah kebijakan yang ditempuh pemerintahmemperoleh dukungan yang cukup luas. Dukungan tersebut menjadimodal penting untuk memastikan berbagai program prioritas nasionaldapat berjalan secara berkelanjutan.Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur daritarget yang tercapai, tetapi juga dari penerimaan masyarakat terhadapmanfaat yang dihasilkan. Ketika publik merasakan dampak positif darikebijakan yang dijalankan, tingkat kepuasan akan tumbuh secara alami. *) Pengamat Kebijakan Ekonomi
- Advertisement -

Baca berita yang ini