Tanya-tanya MLS, Messi Diisukan Pindah ke Liga Amerika

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Bintang Barcelona Lionel Messi diisukan tertarik dan akan pindah ke Major League Soccer (MLS) alias liga sepak bola Amerika Serikat (AS).

Isu ini muncul setelah Messi menyampaikan rasa penasarannya soal MLS dan banyak bertanya tentang kompetisi di Negeri Paman Sam tersebut.

Mengutip laman resmi MLS, Kamis 21 Maret 2019, rupanya secara diam-diam Messi yang kini berusia 31 tahun itu bertanya-tanya secara mendalam tentang liga AS kepada rekan senegaranya, Pity Martinez yang kini membela Atlanta United.

“Dia bertanya, seperti apa itu liga Amerika. Bahkan ia juga bertanya kepada rekan setim lainnya di Argentina,” ujar Martinez.

Messi sampai saat ini belum pernah beraganti seragam satu kalipun. Sejak di akademi hingga menjadi mega bintang, ‘Sang Alien’ masih betah berseragam Barcelona.

Jika benar-benar pindah ke MLS, Messi bukan bintang besar pertama yang mendarat di kompetisi tersebut.

Sebelumnya, bintang besar lainnya sudah menjajal liga itu lebih dulu, seperti sang pemula yakni David Beckham, lalu disusul Kaka hingga Zlatan Ibrahimovich.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini