Tanpa Messi, Barcelona Bisa Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Barcelona kehilangan Lionel Messi setelah 21 tahun berkarier di Camp Nou. Pertanyaannya, bisa apa Blaugrana tanpa La Pulga?

Messi meninggalkan Barcelona menuju PSG. Klub asal Katalunya tak bisa memperpanjang kontraknya karena terbentur aturan batas gaji yang ditetapkan LaLiga. Beban gaji Barcelona sudah melebihi batas.

Alhasil, Barcelona harus rela kehilangan salah satu pemain terbaik dunia yang ada. Messi adalah ikon klub yang bermain sejak usia 13 tahun. Selain itu, pemain 34 tahun itu adalah jaminan gol untuk klub.

Kini, tak ada lagi pemain sosok pemain yang rata-rata mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim. Barcelona mengandalkan pemain baru seperti Memphis Depay dan muka lama seperti Antoine Griezmann, serta pemain muda Ansu Fati dan Pedri.

Pelatih Ronald Koeman mengakui timnya pasti akan kesulitan tanpa adanya Messi. Dia meminta para pemain lain, termasuk lini tengah, untuk lebih rajin mencetak gol.

“Kami harus paham bahwa ada masanya seorang pemain pergi. Anda harus menutup buku karena kami harus fokus pada musim ini. Kami punya beberapa pemain baru dan harus menatap ke depan,” katanya, dikutip dari Marca, Sabtu 14 Agustus 2021.

“Tentu saja kami akan lebih kesulitan mencetak banyak gol. Musim lalu Messi mencetak 30 gol, jadi pemain lain harus lebih aktif mencetak gol dan melangkah lebih maju. Kali ini fokusnya kepada permainan tim ketimbang individu,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini