Tak Terima Ditilang karena Terabas Jalur Busway, ASN Buang Kertas Tilang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di jalur TransJakarta di Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Kamis 23 Juli 2020 pagi. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial FTD (39) kedapatan menerabas jalur Busway dengan mobil Toyota Avanza biru bernomor polisi B 1520 WZQ.

Sementara di saat yang bersamaan, pihak Polrestro Jakarta Timur menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 perdana dalam rangka pengawasan ketertiban lalu lintas.

Panit Uray Satlantas Polrestro Jaktim Iptu Sigit Kris mengatakan, saat dilakukan penilangan oleh petugas, FTD tak terima. Pria yang adalah warga Pondok Ranggon, Kota Bekasi, Jawa Barat ini malah membuang kertas tilang berwarna biru yang disodorkan polisi.

FTD beralasan sedang terburu-buru menuju kantor. Ia diketahui bekerja di salah satu instansi pemerintah di Jakarta.

“Benar dia itu orang instansi,” ujar Panit Uray Satlantas Polrestro Jaktim Iptu Sigit Kris di Jakarta, Kamis pagi.

“Polisi kemudian tetap menilang dan menyita Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil yang dikendarai. “Tetap kita tilang. Kalau butuh barang bukti silakan datang langsung ke kantor kami di Kebon Nanas,” katanya lebih lanjut.

Selain itu, sebanyak 40 pengendara ditilang oleh aparat Satuan Lalu Lintas Polrestro Jakarta Timur dalam waktu 30 menit hari pertama Operasi Patuh Jaya 2020 di Jalan Mayjen Sutoyo, Kamis pagi.

Sigit juga mengungkapkan operasi kali ini dilaksanakan hingga 5 Agustus 2020 dengan menyasar pelanggar ketertiban lalu lintas hingga kelengkapan izin berkendara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini