Tak Beranjak, Kualitas Udara Jakarta Tetap Duduki Peringkat Pertama Terburuk Dunia

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Posisi teratas tetap diduduki oleh DKI Jakarta sebagai kota paling berpolusi di dunia versi AirVisual pagi ini. Dilansir AirVisual di situsnya, Selasa 30 Juli 2019 pukul 06.55 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 189. Artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat.

Ranking polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu. AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Makin tinggi nilainya menunjukkan Makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

AQI 189 di DKI Jakarta berarti kualitas udara di Ibu Kota tidak sehat (unhealthy). AirVisual merekomendasikan agar kelompok sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan. Setiap orang perlu mengenakan masker polusi. Ventilasi tidak dianjurkan. Pemurni udara perlu dinyalakan bila udara dalam ruangan tidak sehat

Setelah Jakarta global, Tashkent (Uzbekistan) menempati menempati posisi kedua kota berpolusi pagi ini dengan AQI 173.
Lalu diikuti Dubai (United Arab Emirates), Tehran (Iran), dan Johannesburg (South Africa).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan mengurangi sumber polusi. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan pengelola jalan tol.

Anies mengaku heran karena berdasarkan pemantauan Pemprov, polusi amat tinggi di pagi hari. Dia mengatakan akan bicara dengan pengelola tol terkait aktivitas kendaraan berat di Tol Lingkar Luar, Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Menurutnya malam hari justru terjadi kepadatan kendaraan-kendaraan berat. Dan volume cukup besar dari pemantau alat ukur di daerah selatan, Jagakarsa.

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini