Tak Ada Alasan Tolak Vaksinasi Karena Terbukti Tak Sebabkan Keanehan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinasi Covid19 perdana terhadap Presiden Jokowi dan sejumlah tokoh telah meruntuhkan keraguan terhadap upaya vaksin di Indonesia. Tidak ada alasan lagi menolak vaksin itu karena terbukti penerimanya tetap segar bugar dan tidak mengalami keanehan.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Nasional Gerakan Koalisi Relawan (Kawan) Vaksin dr Iswanto, di Jakarta, Rabu 13 Januari 2021.

“Program pemerintah vaksinasi Covid19 harus kita jawab dengan kesiapan untuk divaksin bersama-sama demi mendapat kekebalan komunitas atau herd community. Hal ini sangat penting agar rakyat Indonesia dapat memutus mata rantai pandemi Covid19 di dalam negeri,” ujar Iswanto.

Kawan Vaksin merupakan komunitas yang pertama kali mendeklarasikan diri mendukung vaksinasi di Indonesia.

Kawan Vaksin memiliki perwakilan di hampir seluruh daerah Indonesia dan siap membantu pemerintah menyukseskan vaksinasi massal termasuk menyocokkan data warga.

Maka, komunitas itu sangat menyesalkan pernyataan anggota DPR RI Ribka Tjiptaning yang menolak divaksin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini