Tahun Depan, Mandalika Gelar Balap Motor World Superbike

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar gembira, bagi Indonesia. Pasalnya, selain balapan MotoGP, Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) dan DORNA WorldSBK Organization (DWO) memastikan Indonesia menjadi penyelenggara balap motor Motul FIM World Superbike Championship (WorldSBK).

Balapan itu dilaksanakan di Sirkuit Mandalika pada 14 November 2021. Kepastian ini tertulis dalam Provisional Calender Balap WorldSBK 2021 yang di umumkan FIM dan DWO pada hari Senin, 30 November 2020, yang mencantumkan Sirkuit Mandalika bersama 12 sirkuit lainnya di dunia.

Namun demikian, penyelenggaraan di sirkuit Mandalika tergantung pada selesainya pembangunan yang saat ini masih dikebut dan proses homologasi sirkuit.

Ricky Baheramsjah, CEO Mandalika Grand Prix Association (MGPA), penyelenggara WorldSBK, menyambut gembira pengumuman FIM dan DWO yang sudah menetapkan tanggal pelaksanaan di Mandalika.

“Kami optimis sirkuit dan homologasi dapat diselesaikan di pertengahan tahun 2021,” ujar Ricky dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Chief Strategic & Communication MGPA Happy Harinto, selain sebagai pemilik kegiatan MotoGP, DORNA juga memiliki kegiatan WorldSBK, ajang balap motor komersial yang non-pabrikan, yang berbeda dengan MotoGP.

“DORNA telah memberikan kontrak penyelenggaraan MotoGP dan WorldSBK kepada Mandalika Grandprix Association,” katanya.

Gelaran WorldSBK akan menggunakan sepeda motor komersial yang dijamin tidak kalah seru dengan balap MotoGP. Ricky menambahkan, hal ini ditunjukan dengan semakin meningkatnya jumlah tim dan pembalap serta jumlah sirkuit yang menyelenggarakan WorldSBK.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini