Tahukah Kalian? 3 Benda Langit Ini Menjadikan Bumi sebagai Pusat Orbit Lho!

Baca Juga

Dunia penelitian luar angkasa tengah dihebohkan dengan munculnya benda langit berukuran mini yang berada di orbit bumi. Benda ini kemudian disebut sebagai bulan kedua dan diberi nama CD32020. Namun sebelum kemunculan bulan baru ini, sebelumnya bumi pun pernah disinggahi oleh benda langit yang disebut bulan.

Meski begitu, keberadaan bulan-bulan tersebut sebagian tidak bertahan lama di bumi. Dalam jangka waktu tertentu, bulan tersebut akan terlepas dari bumi dan tidak tinggal secara permanen. Lalu, benda langit apa saja yang pernah menemani bulan menjadi satelit alami bumi?

1. CD32020

Bulan ini ditemukan oleh dua astronom dari Catalina Sky Survey, Teddy Pruyne dan Kacper Wierzchos, pada 15 Februari 2020. Berbeda dengan bulan yang memancarkan cahaya terang dan berdiameter besar, yaitu 3.474 kilometer, CD32020 cenderung redup dan memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu 1,9 x 3,5 meter.

Meski begitu, ukuran satelit ini lebih besar daripada asteroid. Tak sedikit peneliti yang beranggapan bahwa benda langi ini sebenarnya adalah asteroid yang beredar terlalu dekat dengan Bumi. Benda langit ini kemudian masuk ke dalam orbit bumi dan terjebak karena adanya tarikan gravitasi Bumi.

Keberadaan CD32020 ini diperkirakan sudah masuk orbit Bumi sejak tiga tahun lalu. Namun untuk memastikan bahwa itu bukanlah satelit buatan manusia atau sampah luar angkasa, maka peneliti membutuhkan waktu untuk meneliti lebih lanjut sebelum akhirnya diumumkan ke publik. Tidak akan bertahan lama, satelit CD32020 ini diprediksi akan segera meninggalkan orbit bumi pada April 2020.

2. HO3 2016

Satelit ini ditemukan oleh Pan-STARRS di Halaekala Observatory pada 27 April 2016. HO32016 diprediksi memiliki jarak 15-31 juta kilometer dari bumi. Ukurannya yang sangat kecil menyebabkan benda luar angkasa ini tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang.

HO32016 sebenarnya tidak mengelilingi bumi, tapi mengitari matahari. Hanya saja jalur orbitnya bersinggungan dengan jalur bumi sehingga seolah-olah mengikuti bumi. Para ilmuwan percaya benda langit ini telah mendampingi bumi sejak beberapa dekade terakhir. Namun karena tidak berada dalam jalur yang membahayakan bumi, maka keberadaannya pun kurang diperhatikan.

Berbeda dengan CD32020, HO32016 diperkirakan akan terus bersama dengan bumi hingga beberapa abad ke depan karena jalurnya yang stabil.

3. RH120 2006

Sekitar 14 tahun lalu, bulan kedua di bumi sebenarnya sudah pernah ditemukan. Pada 2006, para astronom bersama Catalina Sky Survey menemukan asteroid kecil yang kemudian diberi nama RH120 2006. Benda langit ini berukuran sangat mungil, yaitu dengan diameter antara 2 hingga 3 meter.

Asteroid ini sebenarnya mengelilingi matahari. Namun setiap 20 tahun sekali, ia mendekati sistem Bumi-Bulan hingga akhirnya memasuki orbit Bumi untuk sementara waktu. Peristiwa ini disebut dengan Pengambilan Satelit Sementara atau Temporary Satellite Capture (TCS).

Tak sedikit astronom beranggapan bahwa benda langit tersebut mungkin adalah sepotong Bulan yang terlontar akibat tabrakan. Namun pada tahun 2007, RH120 2006 telah meninggalkan orbit Bumi dan kembali ke jalur orbit semula, yaitu mengelilingi Matahari. (Marizke/R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini