Tagar #ChinaCoup Trending di Twitter, Bawa Klaim 59 Persen Pembatalan Penerbangan Masuk dan Keluar Cina

Baca Juga

MATA INDONESIA, TIONGKOK – Sosial media saat ini sedang ramai dengan spekulasi tentang Presiden Cina Xi Jinping menjadi tahanan rumah. Beberapa postingan di media sosial menyatakan bahwa Xi Jinping telah lengser dari jabatannya sebagai kepala Tentara Pemebebasan Rakyat Cina (PLA).

Tagar #ChinaCoup saat ini mejadi tren di Twitter. Ini akibat beberapa akun yang tidak terverifikasi membuat klaim tentang kudeta militer yang terjadi di cina. Kudeta ini kabarnya telah direncanakan ketika Xi berada di Samarkand untuk mengikuti KTT SCO.

Kabar ini muncul setelah mantan Wakil Menteri Keamanan Republik Cina, Sun Lijun dijatuhi hukuman mati yang ditangguhkan pada hari Jumat 23 September 2022 atas tuduhan kasus korupsi.

Bahkan ketika klaim ini mulai beredar di media sosial, tidak ada laporan resmi dari media internasional, konfirmasi resmi dari Partai Komunis Cina, atau media resmi pemerintah. Beberapa ahli Cina membantah klaim ini dengan menyatakan tidak ada bukti yang menunjukkan hal semacam itu.

Bagaimana klaim tersebut dimulai?

Sebuah akun Twitter, New Highland Vision, yang memiliki lebih dari 22 ribu pengikut menulis pada 22 September bahwa mantan Presiden China Hu Jintao dan mantan perdana menteri Cina Wen Jiabao telah membujuk Ping, mantan anggota Komite Tetap Politbiro untuk mengambil kendali Central Guard Bureau (CGB) dari Xi Jinping.

Akun tersebut menambahkan, ketika Xi mengetahui hal ini, ia baru saja kembali dari Samarkand pada 16 September dan selanjutnya ia ditahan di bandara Beijing dan ditempatkan di bawah tahanan rumah. Ia mengatakan bahwa mereka pun belum memverifikasi klaim ini.

‘Bukti video’ konvoi militer

Meningkatkan isu lebih lanjut, beberapa akun membagikan bukti video dari konvoi militer besar-besaran yang dilakukan oleh PLA menuju Beijing. Akun tersebut mengklaim bahwa panjangnya hingga 80 km.

Video tersebut menunjukkan bahwa beberapa kendaraan militer bergerak di sepanjang jalan. Video berdurasi satu menit itu tidak menunjukkan dimana dan kapan kejadian tersebut berlangsung.

Klaim pembatalan penerbangan

Sebuah akun Twitter lainnya mengkalim bahwa 59 persen penerbangan telah dibatalkan di negara tersebut dan beberapa pemimpin dipenjara yang mengindikasikan adanya kudeta militer.

Kolumnis pertahanan India Saurav Jha juga mentweet bahwa beberapa penerbangan ke Lhasa Gonggar telah dibatalkan. Ia juga mengatakan bahwa ini menjadi perhatian langsung India dan ada kebutuhan untuk memeriksa apakah ada peningkatan lalu lintas udara militer di atas dataran Tibet.

Namun pakar Cina Aadil Brar membantah klaim pembatalan penerbangan. Ia membagikan tangkapan layar dari situs web pelacakan penerbangan, flightradar24, dengan mengatakan “Tidak ada penerbangan yang dibatalkan dimanapun. Lihatlah jumlah penerbangan masuk dan keluar dari China,” dilansir dari News18.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini