Sutradara film Aji Usmar Ismail dan 3 Tokoh Daerah Diangkat Jokowi Jadi Pahlawan Nasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2021 kepada Sutradara film Aji Usmar Ismail dari DKI Jakarta, bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2021.

Aji Usmar memang memIliki perhatian khusus terhadap film. Sebelum menjadi sutradara, dia sering kali berkumpul di suatu gedung di depan Stasiun Tugu untuk berdiskusi mengenai seluk-beluk film. Demikian informasi dari laman Badan Bahasa Kemdikbudristek.

Selain Aji, Jokowi juga memberikan gelar pahlawan untuk Tombolotutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur dan Raden Ayra Wangsakara dari Banten. Pemberian gelar dilakukan di Istana Negara.

Keputusan gelar pemberian gelar pahlawan untuk empat tokoh tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden no 109 dan 110/TK/2021 tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa.

Tombolotutu berasal dari Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong. Dilansir dari situs Pemkab Parigi Moutong, Tombolotutu mempunyai gelar Pua Darawati. Tombolotutu juga pernah menerima tahta kerajaan Moutong pada tahun 1877. Pada saat itu usianya masih terbilang muda yaitu 20 tahun.

Sementara itu dikutip dari pemerintahan Provinsi Kabupaten Kutai Kertanegara, Sultan Aji Muhammad Idris adalah Raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang memimpin perlawanan terhadap VOC. Tak hanya itu dalam laman tersebut dijelaskan Idris juga berjasa mengusir VOC dari Sulawesi Selatan. Dia tak hanya berjuang memerdekakan wilayah sendiri, tapi juga sekutunya.

Lalu dikutip dari berbagai sumber, Raden Ayra Wangsakara merupakan pahlawan dan tokoh pendiri Tangerang. Dia dikenal sebagai ulama pejuang dan penyebar agama Islam yang saat itu hingga membuat Belanda takut.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD, menjelaskan keempat tokoh mendapatkan gelar pahlawan karena dianggap menginspirasi dalam pembangunan, berdaulat serta ikut memperjuangkan dan memajukan Indonesia.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini