Surat Wasiat Prabowo Kabarnya Sudah Jadi, Siap ke Liang Lahat?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Soal rencananya Prabowo Subianto membuat surat wasiat setelah ia menyatakan tegas menolak seluruh hasil Pemilu 2019 ternyata bukan main-main. Surat tersebut bahkan dikabarkan sudah jadi.

Kabar ini disampaikan oleh Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade yang menyebut ia diberitahu oleh Waketum Gerindra Fadli Zon bahwa surat sudah selesai dibuat.

“Menurut info saya daat dari Bang Fadli Zon, malam ini surat wasiat sudah selesai, tapi isi detailnya sepenuhnya ada di tangan Pak Prabowo,” ujar Andre di Jakarta, Jumat 17 Mei 2019.

Andre hanya menyebut secara umum, surat itu berisi tiga poin utama, yakni pertama adalah arahan kepada BON Prabowo-Sandiaga dalam menyikapi hasil Pilpres 2019.

Lalu kedua, imbauan Prabowo kepada masyarakat soal hasil Pilpres 2019, dan terakhir ketiga adalah memastikan Prabowo tetap berada bersama-sama rakyat.

Ia juga belum tahu secara pasti, kapan Prabowo akan mengumumkan isi surat itu secara resmi kepada publik. Kemungkinan besar, menurut Andre, surat akan diumumkan sebelum 22 Mei 2019, tanggal penetapan hasil pemilu oleh KPU.

“Kapan dirilisnya ya tergantung Pak Prabowo,” ujar Andre.

Prabowo sebelumnya mengatakan akan membuat surat wasiat. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di acara simposium klaim kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini