Surabaya Tekan Intoleransi dengan Komunikasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTASurabaya dinilai sebagai kota yang paling damai dan nyaman di Indonesia karena intoleransi bisa ditekan kuat berkat forum lintas agama sering sekali bekerja sama membangun komunikasi yang baik.

Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidiziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhi yang dikutip Selasa 5 Januari 2021.

Menurutnya kelompok intoleran seperti di Jakarta akibatnya tidak bisa berkembang dengan baik.

Jika mereka nekat memunculkan diri, pasti diselesaikan secara cepat sehingga tidak sampai meresahkan.

Selama ini, Pemerintah Kota Surabaya memfasilitasi forum-forum kerukunan antarumat bergama.

Selain itu, politisi dan anggota dewan tidak menciptakan politik aliran atau mempolitisir agama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini