Suka Main Teka-teki Silang? Begini Awal Kemunculannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – 21 Desember 2019 menjadi hari peringatan kemunculan Teka Teki Silang (TTS) yang diciptakan oleh Arthur Wynne, wartawan New York World.

Namun jauh sebelum dikembangkan oleh Wynne, format TTS menggunakan kotak-kotak horisontal dan vertikal yang diberi nama “Per passare il tempo” (“Melewati Waktu”). Permainan ini didesain oleh Giuseppe Arnoldi, seorang koresponden kota Corriere della Sera. Lalu muncul pertama kali di majalah Italia, Il Secolo Illustrato della Domenica (1890).

Nah, sekitar 20 tahun kemudian, teka-teki silang dengan format baru muncul pertama kali di surat kabar New York World pada 21 Desember 1913, tepat hari ini 106 tahun lalu. Disusun oleh Arthur Wayne, seorang jurnalis dari Liverpool, dan hingga kini dia dikreditkan sebagai penemu permainan tersebut.

Hingga 1920, berbagai surat kabar lain di Amerika seperti The Pittsburgh Press (1916) dan The Boston Globe (1917) mengadopsi format itu. Kelak, hari teka-teki sedunia atau National Crossword Day dirayakan tiap 21 Desember.

Format teka-teki silang versi Wayne berbentuk berlian dan juga tidak melampirkan kotak-kotak diarsir hitam. Semua jawabannya ditulis secara mendatar dan jumlah pertanyaannya sebanyak 31 butir. Di edisi berikutnya, Wayne kemudian membuat beberapa inovasi baru yang antara lain berupa jawaban meninggi, serta memuat ruang-ruang kosong di tengah teka-teki silang tersebut.

Sepanjang periode usai Wayne menemukan permainan itu, teka-teki silang secara perlahan mengalami berbagai perubahan bentuk hingga seperti yang dikenal sekarang. Permainan ini pun melanglang buana menyeberangi Atlantik, menaklukkan Eropa, lalu dikenal di seluruh dunia.

Permainan teka-teki silang di Amerika dengan cepat menjadi fenomena tersendiri. Pada 1925, pustakawan New York Public Library sempat mengeluh sebab “banyak orang menyerbu perpustakaan mencari kamus dan ensiklopedia untuk mengisi teka-teki silang, sehingga mengganggu para pengunjung lain dan siswa sekolah yang lebih membutuhkan buku-buku tersebut.”

Tak hanya New York Public Library, surat kabar The New York Times juga mengeluhkan hal yang sama pada 1924. Perlu 20 tahun bagi New York Times untuk menayangkan teka-teki silang di surat kabar mereka. Pada edisi 1942, untuk pertama kalinya mereka menayangkan teka-teki silang dan hingga kini rubrik tersebut menjadi salah satu segmen yang tersulit sekaligus paling populer di Amerika.

Perkembangan format teka-teki silang juga menjadi pembahasan yang menarik. Teka-teki silang versi Inggris, misalnya, memiliki gaya sendiri dan jauh lebih sulit daripada versi Amerika. Selain berbentuk asimetri dengan mengandung hampir setengah bagian kotak sudah diarsir, teka-teki silang versi Inggris juga diisi dalam keadaan terbalik atas-bawah.

Adapun di Jepang, desain teka-teki silang lebih mengutamakan estetika. Itu ditunjukkan dengan mengolah setiap sudut area dalam suatu teka-teki silang menjadi kotak berwarna putih atau yang bisa diisi. Format ini kerap disebut dengan istilah “nonogram” atau kurang lebih berarti “gambar dan angka”.

Di Swedia, format teka-teki silang jauh lebih unik dan tidak biasa. Selain tidak melampirkan kotak-kotak hitam dan angka, berbagai petunjuk jawaban justru tertera di dalam kotak-kotak yang harus diisi. Mereka juga menautkan panah kecil yang mengarah ke samping atau ke bawah untuk memandu pengisi. Format seperti ini muncul pertama kali di majalah Swedia, Krysset, dan beberapa surat kabar lain seperti Aftonbladet dan Expressen.

Perkembangan teka-teki silang tidak memudar kendati memasuki masa modern. Pada 1976, software teka-teki silang pertama diluncurkan. Permainan itu kian populer setelah Apple II melahirkan Crossword Magic. Memasuki periode 1990-an, teka-teki silang kian dikomputerisasi, maka muncullah Crossword Weaver, Crossdown, Crossword Compiler, hingga Crossfire untuk MacOS.

Berita Terbaru

Dari Kota hingga Pelosok: Misi Kesehatan Berkualitas melalui CKG

Oleh : Ricky RinaldiPemerataan layanan kesehatan menjadi fokus penting pemerintah dalammemperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah upaya memperluasakses layanan hingga ke wilayah terpencil dan pelosok, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hadir sebagai langkah strategis untuk memastikan masyarakat dapatmemperoleh pemeriksaan kesehatan secara mudah, gratis, dan berkualitas. Kehadiran program ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan kesehatan, tetapijuga mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjagakesehatan sejak dini demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidupmasyarakat. Tanpa kondisi kesehatan yang baik, produktivitas masyarakat akanmenurun dan pembangunan sumber daya manusia sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap wargamemiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai dan terjangkau.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan kesehatan harusmenjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata. Pelayanan kesehatan tidakboleh hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara masyarakat di daerahterpencil menghadapi keterbatasan akses. Dalam kerangka tersebut, CKG menjadibagian dari upaya menghadirkan negara secara nyata dalam pelayanan kesehatanmasyarakat.Program CKG dirancang untuk memperkuat pendekatan preventif dalam sistemkesehatan nasional. Selama ini, masyarakat sering kali baru memeriksakan kondisikesehatan ketika penyakit sudah berkembang lebih serius. Melalui pemeriksaankesehatan gratis, masyarakat didorong untuk lebih dini mengenali kondisi tubuh dan melakukan langkah pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa penguatan layanankesehatan primer menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan nasional. Pemeriksaan kesehatan secara berkala memungkinkan deteksi dini terhadapberbagai penyakit, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Pendekatan ini juga membantu mengurangi beban pembiayaan kesehatan dalamjangka panjang.Pelaksanaan CKG tidak hanya difokuskan di pusat kota, tetapi juga diarahkanmenjangkau wilayah pelosok. Pemerintah memperkuat koordinasi dengan fasilitaskesehatan daerah agar layanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kehadiran tenaga kesehatan di lapangan menjadi faktor penting dalam memastikanbahwa program berjalan efektif hingga ke tingkat komunitas.Bagi masyarakat di daerah terpencil, akses terhadap layanan kesehatan sering kali terkendala oleh jarak, keterbatasan fasilitas, dan minimnya tenaga medis....
- Advertisement -

Baca berita yang ini